PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Irwan Sokip memberikan puluhan kilogram beras kepada Ikrima Zakitah. Bukan bantuan sembako, melainkan mahar pernikahan. Tak sembarangan, ada sederet alasan dan makna di balik pemilihan komoditas pangan itu sebagai mahar.
Momen ijab kabul pasangan asal Desa Gerogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, berlangsung penuh haru. Irwan Sokip dengan yakin mempersunting Ikrima Zakitah di musala keluarga, Kamis (29/2) pagi.
Pihak keluarga, kerabat, dan warga sekitar, sempat terkejut saat Irwan Sokip mengucapkan kalimat sakral, kuterima nikahnya dan seterusnya. Mereka yang hadir sempat saling tengok bertepatan penyebutan 50 kilogram saat ijab kabul. ''Beras ini tanda cinta,'' kata Irwan seusai acara.
Mahar puluhan kilogram beras bukan sekadar tanda cinta Irwan Sokip kepada Ikrima Zakitah. Ada sederet makna terkandung dalam beras hasil panen sendiri itu. ''Melambangkan rezeki melimpah, nafkah hidup,'' ungkapnya.
Selain beras, Irwan juga memberikan berbagai barang sebagai mahar. Yakni, emas 1,5 gram, uang Rp 2,4 juta, serta perangkat alat salat. ''Harga beras saat ini lumayan mahal, istri juga bersedia,'' ujarnya. (gen/den)
Editor : Deni Kurniawan