NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu – Puluhan calon jemaah haji (CJH) asal Ngawi tahun ini terancam gagal berangkat ke Tanah Suci.
Para CJH itu diketahui belum melunasi biaya ibadah perjalanan haji (bipih) tahap pertama.
Pelunasan bipih tahap pertama dibuka 10 Januari lalu dan berakhir 23 Februari.
Hingga Kamis (22/2), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi mencatat 61 CJH belum melunasi bipih sebesar Rp 33,7 juta dari setoran awalnya Rp 25 juta.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Ngawi Masun Azali Amrullah menyebutkan, kuota haji tahun ini sebanyak 425 orang. Perinciannya, 305 CJH reguler, 105 cadangan, dan 15 lansia.
Amrullah memaparkan penyebab puluhan CJH belum melakukan pelunasan tahap pertama. Di antaranya mempertimbangkan kesehatan dan masih mencari dana tambahan. ‘’Paling banyak karena alasan biaya,’’ ungkapnya.
Beruntungnya, pemerintah membuka jadwal pelunasan bipih tahap dua pada 13–26 Maret nanti.
Pelunasan gelombang dua itu untuk CJH yang punya tanggungan pelunasan, pendamping jemaah haji lanjut usia, dan CJH penggabungan suami atau istri dan anak kandung atau orang tua yang terpisah.
CJH yang telah melunasi bipih diminta menyiapkan persyaratan pembuatan visa. Selain itu menjaga kesehatan dan mempelajari manasik haji. ‘’Jangan sampai keliru karena sudah antre puluhan tahun dan bayarnya juga banyak,’’ ujarnya. (mg1/cor)
Editor : Andi Chorniawan