Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Coblosan Pemilu Usai, Ormas di Ngawi Masih Ngotot Desak Bawaslu Usut Deklarasi Dukungan Kades

Asep Syaeful • Jumat, 16 Februari 2024 | 20:00 WIB
Diperkirakan hasil Pileg 2014 didominasi wajah lama, pakar sebut tak jauh beda dari hasil Pileg 2019. (SUGENG DWI N./RADAR PONOROGO)
Diperkirakan hasil Pileg 2014 didominasi wajah lama, pakar sebut tak jauh beda dari hasil Pileg 2019. (SUGENG DWI N./RADAR PONOROGO)

NGAWIJawa Pos Radar Lawu – Pemilu 2024 telah usai. Namun, suhu panasnya masih cukup terasa di Bumi Orek-Orek.

Organisasi masyarakat mendesak bawaslu serius mengusut kasus video deklarasi dukungan ke paslon tertentu yang melibatkan Sri Mulyono, kades Sambiroto, Kecamatan Padas.

Apalagi, keputusan membuat video tersebut disebut-sebut berdasarkan instruksi orang penting di asosiasi kepala desa (AKD) Ngawi.

Sebagaimana keterangan sang kades ketika diperiksa komisoner Bawaslu, Senin (12/2) lalu.

"Harus diselidiki secara serius. Artinya, ada tekanan atau intimidasi,’’ kata Agus Fathoni, anggota Warga Pengawas Netralitas (WPN) Ngawi, seperti diwartakan Radar Madiun.

Agus menanti taji bawaslu menyelidiki lebih dalam kasus dugaan pelanggaran netralitas kades Sambiroto.

Yakni mencari tahu sosok orang penting AKD yang disebut Yoni, sapaan akrab Sri Mulyono.

Keterangan yang menyebut kades dalam posisi tidak aman bila tak membuat video deklarasi perlu ditelaah.

"Karena efek deklarasi sangat besar bagi masyarakat desa, maka bawaslu harus mengungkapnya ke publik,’’ ujarnya.

Pihaknya khawatir seandainya kades tidak hanya diminta membuat video deklarasi, namun ternyata juga diminta menggalang suara warga pada pemilu Rabu lalu.

"Politik di desa masih sangat Kades sentris. Ini cara culas yang harus dilawan,’’ tuturnya. (sae/cor)

Editor : Mizan Ahsani
#deklarasi #ngawi #kades #bawaslu