PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Anggaran pendirian TPS alias tempat pemungutan suara Pemilu 2024 berlimpah.
KPU Ponorogo menyiapkan Rp 4,5 juta untuk kebutuhan tempat pungut hitung setiap TPS di Ponorogo.
Rinciannya, yakni Rp 2 juta untuk pembuatan TPS. Ini mencakup biaya seperti sewa tenda, kursi hingga kebutuhan lainnya.
Serta biaya operasional Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Rp 1 juta, sewa printer Rp 500 ribu, serta anggaran konsumsi Rp Rp 954 ribu setiap TPS.
Anggaran yang ditotal sampai miliaran rupiah tersebut, ditarget mampu memuluskan pelaksanaan pemilu 2024 ini.
Anggaran sewa printer misalnya, sengaja disendirikan demi memastikan seluruh TPS memiliki sarana tersebut.
Apalagi keberadaannya dibutuhkan dalam menggakan berita acara hingga formulir lain nantinya.
Ketua KPU Ponorogo Munajat mengatakan, KPU memberi kebebasan bagi panitia pemungutan suara (PPS) setiap wilayah mendesain dan meramaikan TPS masing-masing.
Entah mengkonsep TPS model-model unik, ataupun konsep lainnya.
Asalkan setiap konsep yang diusung tak mengganggu jalannnya pelaksanaan pungut hitung serta memberi rasa aman dan nyaman bagi pemilih.
''Kami justru mendorong agar muncul TPS-TPS unik nanti,’’ jelasnya.
Di Ponorogo lanjut Munajat terdapat 2.893 TPS. Jika dikali anggaran setiap TPS, total Rp 12,8 miliar dikucurkan KPU.
Menimbang banyaknya anggaran yang dikucurkan, KPU ingin setiap pemilih mudah menjangkau dan menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari hari ini. (gen/naz)
Editor : Mizan Ahsani