PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Ribuan masyarakat Ponorogo dipastikan memilih menggunakan hak suara mereka di luar daerah.
Data KPU Ponorogo menunjukkan dari total 758.688 daftar pemilih tetap (DPT), sebanyak 4.980 di antaranya memilih menggunakan hak pilih ke luar daerah. Sebagaimana merujuk usulan daftar pemilih tambahan (DPTb).
Komisioner KPU Ponorogo Ali Mahfudz, mengungkapkan 4.980 DPTb tersebut terdiri dari 2.500 laki-laki dan 2.480 pemilih perempuan.
Alasannya beragam, mulai menempuh pendidikan di luar kota, bekerja hingga tugas lainnya. ‘’Alasan pindah pilih itu beragam, tapi memang mayoritas karena tugas bekerja atau karena pendidikan,’’ ungkapnya.
Selain mereka yang keluar daerah, pihaknya mencatat 3.589 warga luar maupun lokal yang mengajukan diri pindah TPS.
Instansi rumah sakit misalnya, Ali mengatakan sejumlah tempat kesehatan di Ponorogo mengajukan petugas medis mereka menggunakan hak pilih di sekitar tempat kerja.
Kebutuhan tersebut, seiring para perawat hingga dokter nanti bertugas jaga menangani pasien sakit. ‘’Ada juga beberapa rumah sakit besar yang melakukan shift pada karyawan mereka, jadi bisa nyoblos dulu pas pergantian shift,’’ jabarnya.
Ali memastikan, usai penutupan DPTb 7 Februari lalu, seluruh proses pindah memilih tak lagi bisa dilakukan. Termasuk, kasus narapidana baru baik titipan Polres ataupun di Rutan Kelas IIB Ponorogo mendatang.
Bila ‘masuk’ usai rekapan DPTb rampung lalu, mereka otomatis tak bisa menggunakan hak pilih di tempat saat ini.
‘’Kalau pakai KTP itu hanya bisa sesuai domisilinya, jadi sudah tidak bisa difasilitasi layanan pindah memilih,’’ tambahnya.
Hal serupa, lanjut Ali juga berlaku bagi warga luar Ponorogo yang tengah berada di bumi reog. Bila tak mengajukan pindah pilih lalu, dipastikan mereka tak bisa menggunakan hak pilihnya 14 Februari mendatang.
Meskipun terdata di DPT tempat asal. ‘’Kalau mau menggunakan hak suaranya bisa kembali ke daerah asalnya,’’ pungkasnya. (gen/kid)
SEBARAN DPTb PONOROGO
4.980 DPTb pindah luar
3.589 DPTb masuk Ponorogo
758.688 total DPT
(Sumber: KPU Ponorogo)
Editor : Nur Wachid