Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Warga Mengeluh Saluran Keran Sumur Bor di Dagangan, Kabupaten Madiun Ditutup, Harus Rela Antre hingga Dua Jam

Dian Rahayu • Kamis, 8 Februari 2024 | 02:05 WIB
SULIT AIR: Antrean warga mengambil air di sumur bor di Desa/Kec. Dagangan mengular panjang pasca penutupan saluran keran. (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR CARUBAN)
SULIT AIR: Antrean warga mengambil air di sumur bor di Desa/Kec. Dagangan mengular panjang pasca penutupan saluran keran. (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu – Penutupan sumur bor di Desa/Kec. Dagangan, Kabupaten Madiun menjadi sorotan usai viral di media sosial (medsos). Penutupan saluran keran sumur bor itu dilakukan sejak 4 Februari lalu.

Selama ini, sumur bor peninggalan zaman Belanda itu dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setyo Budi Utomo, warga Desa Jatisari, Kecamatan Geger, salah seorang pelanggan tetap mengaku kecewa dengan keputusan pemdes setempat.

Meskipun warga bebas mengambil air tanpa memungut biaya. Namun, warga kesulitan mengambil air bersih di sumur bor tersebut.

‘’Biasanya ambil air mudah tinggal diwadahi di bawah keran. Sekarang kran ditutup, jadi harus pakai gayung,’’ kata Budi.

Dampaknya antrean panjang mengular pasca penutupan saluran keran sumur air bor.

Biasanya warga hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam, kini harus rela antre hingga 1,5-2 jam mendapatkan untuk dua galon air.

‘’Kami tidak masalah jika harus membayar, selama bisa mudah ambil air sebab saya membutuhkan ini untuk konsumsi keluarga di rumah sehari-hari,’’ ungkapnya.

Sutikno, pelanggan lainnya mengaku kesal dengan keputusan penutupan saluran kran di sumur bor tersebut.

Menurutnya terdapat lima kran dengan masing-masing aliran cukup deras. Kini hanya disisakan dua keran saja.

 

Selain itu, lampu penerangan di sumur tersebut juga dipadamkan. Sehingga warga kesulitan mengambil air bersih saat malam hari.

‘’Harapannya segera selesai permasalahannya agar sumur bor ini bisa beroperasi dengan normal,’’ harap Sutikno. (ryu/kid)

Editor : Nur Wachid
#air #ditutup #Madiun #antre #sumur bor #dagangan