Jawa Pos Radar Lawu - Terduga teroris berinsial S, warga Kelurahan Selosari, Magetan yang diamankan Densus 88 Senin dini hari (29/1) merupakan pengrajin kulit. Sehari-hari dia bekerja di Lingkungan Industri Kulit (LIK) Magetan.
Bedasarkan penuturan warga di lingkungan tempat tinggalnya, terduga teroris berinisial S tersebut dikenal sebagai pribadi tertutup.
''Dia dikenal lebih suka menyendiri,'' kata Suparni, tetangga S.
Sejak lama perilaku S menjadi perbincangan warga setempat, terutama soal tata cara ibadah.
''Dari segi beribadah Islam, dia berbeda dengan warga umumnya, dia seperti memiliki aliran sendiri,'' bebernya.
Seperti diketahui sebelumnya, S, dimankan di Jalan Raya Panekan, tepatnya di Desa Waru Senin dini hari lalu.
Tidak berselang lama kemudian, petugas berpakaian preman yang diperkirakan dari Densus 88 menggeledah rumah S. Sementara itu, anak dan istrinya sedang berada di rumah tersebut.
"Sekitar habis subuh (Senin) ada sekelompok polisi yang datang kesini," tambahnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo membenarnya adanya aktivitas Densus 88 di Magetan.
"Bisa dikatakan memang benar ada kegiatan Densus 88 di Magetan," katanya Selasa (30/1).
Kendati demikian pihaknya enggan berkomentar keterlibatan S dalam jaringan teroris, termasuk penangkapan terduga teroris tersebut oleh Densus 88.
''Kami hanya sebatas melakukan back-up,'' ujarnya. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid