MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Kondisi rumah warga berinisial S di Gang Lawu II Jalan Diponegoro, Kelurahan Selosari, Magetan tampak sepi pasca digeruduk petugas Densus 88 Senin dini hari (29/1).
Saat petugas Densus 88 di lokasi, warga sekitar heboh. Pun, warga belum mengetahui pasti apa yang terjadi pada tengah malam itu.
S, pemilik rumah, 40, warga setempat merupakan karyawan di Lingkungan Industri Kulit (LIK) Magetan.
"Sekitar habis subuh tadi ada sekelompok polisi yang datang kesini," ujar Suparni, 54 warga Kelurahan Selosari.
Suparni menyebut, sekelompok orang berpakaian preman mendatangi rumah S sekitar pukul 04.30.
"Saya kurang tahu polisi itu dari mana, yang jelas tadi ada keramaian disini habis subuh," tambahnya.
Saat petugas menggeledah, S, tidak sedang di rumahnya. Informasi yang dihimpun Radar Lawu, S diamankan di Jalan Raya Panekan, tepatnya di Desa Waru di waktu yang sama.
Suparni membeberkan, sehari-hari S merupakan pribadi tertutup. Dia dikenal lebih suka menyendiri.
''Dari segi beribadah Islam, dia berbeda dengan warga umumnya, dia seperti memiliki aliran sendiri,'' bebernya.
Kendati demikian, Suparni tidak mengetahui pasti terkait penangkapan dan penggeledahan di rumah S oleh sekelompok petugas berpakaian preman tersebut.
Sementara itu, Saiful Priyo Utomo, Lurah Selosari enggan berkomentar saat ditanya terkait perihal tersebut.
Setali tiga uang, Polres Magetan belum memberikan keterangan resmi terkait adanya penangkapan yang terduga teroris.
Seperti diketahui, petugas hanya membawa S. Sementara istri dan anaknya tetap berada di rumahnya. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid