Jawa Pos Radar Lawu - Masyarakat di Gunung Lawu meyakini bahwa Macan Lawu merupakan sosok penunggu sekaligus penjaga Gunung Lawu.
Bahkan diyakini Macan Lawu bakal menampakkan diri pada orang-orang maupun pendaki Gunung Lawu yang memiliki niat jahat.
Tidak sedikit yang mempercayai bahwa Macan Lawu juga merupakan penjaga gaib Gunung Lawu.
Terlepas dari mitos yang masih kuat dipercaya masyarakat Gunung Lawu, keberadaan Macan Lawu nyata adanya.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur memonitor spesies harimau yang hidup di Gunung Lawu adalah jenis Macan Tutul.
Penampakan Macan Tutul ditangkap kamera yang dipasang BBKSDA Jawa Timur di kawasan Hutan Lindung KPH Lawu Selatan pada 10 September 2022.
Macan Tutul disebut juga Harimau Bintang. Termasuk dalam keluarga kucing besar.
Ukuran Macan Lawu cukup besar.
Baca Juga: Mengenal Burung Jalak Lawu, Satwa Mungil yang Kerap Muncul di Pos 2 Pendakian Cemorosewu
Tubuh Macan Lawu berusia dewasa bisa mencapai panjang 1-2 meter. Sedangkan betina, sedikit lebih kecil.
Macan Tutul termasuk hewan introvert alias penyendiri. Predator andal saat malam hari, dan termasuk dalam golongan pemburu oportunitis.
Macan Tutul ini akan menggunakan segala kesempatan dan cara memangsa buruannya, seperti ikan, burung, hewan menyusui, binatang pengerat, monyet, serta binatang lain di sekitar habitat.
Baca Juga: Seram! Hesti Purwadinata Ketemu Jalak Lawu dan Dengar Gamelan di Pos Empat Pendakian Gunung Lawu
Bagi pendaki Gunung Lawu tak perlu khawatir. Sebab, Macan Tutul ini cenderung menghindar jika bertemu dengan manusia.
Namun demikian, pendaki Gunung Lawu tetap harus mawas diri. Apalagi jika berniat jahat, bersiaplah menghadapi Macan Tutul ini.
Macan tutul akan mempertahankan diri bahkan menyerang manusia jika dalam keadaan terancam.
Pun, mereka juga dapat memangsa manusia jika tidak dapat berburu seperti normalnya karena kurang sehat, kelaparan, maupun terluka.
Memang belum terdengar kabar pendaki Gunung Lawu tewas dimangsa Macan Tutul ini. Catatan kasus terjadi di India pada awal abad ke-20, Macan Tutul jantan merenggut 125 jiwa di Rudraprayag. Sedangkan Macan Tutul betina menewaskan lebih dari 400 jiwa.
Baca Juga: Pak Ogleng: Debat Capres-Cawapres Termasuk Cekcok?
So, bagi para pendaki tak perlu cemas dengan keberadaan Macan Tutul di Gunung Lawu. Terpenting, mendaki sesuai prosedur dan aturan, serta tidak memiliki niat jahat.
Jangan sampai malah berniat memburu Macan Tutul, bisa jadi kalian yang menjadi buruan mereka. (kid)
Editor : Nur Wachid