PONOROGO, JAwa Pos Radar Lawu - Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dari Universitas PGRI Madiun (Unipma) berhasil menginspirasi dan memberdayakan masyarakat Desa Sraten, Kecamatan Jenangan dalam pembuatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi ramah lingkungan.
Kegiatan yang dilakukan pada Minggu (31/12) oleh mahasiswa KKNT Unipma mengajarkan masyarakat cara inovatif dalam mendaur ulang minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi produk bernilai tambah.
Pada pembuatan tersebut, mahasiswa KKNT Unipma memfokuskan penyuluhan kepada ibu-ibu di Desa Sraten yang belum memahami potensi pemanfaatan limbah minyak jelantah.
Mereka diajarkan langkah-langkah pembuatan lilin aromaterapi dari bahan utama minyak jelantah bekas pemakaian.
Baca Juga: Pak Ogleng: Debat Capres-Cawapres Termasuk Cekcok?
Berbeda dengan pengolahan minyak jelantah konvensional, kegiatan ini memberikan solusi kreatif dengan menciptakan lilin aromaterapi ramah lingkungan.
Prosesnya melibatkan minyak jelantah, asam stearat, pewarna, dan pewangi, yang dijelaskan secara mendetail untuk memastikan warga dapat mengikuti dengan mudah.
Koordinator KKNT-2024 Muhammad Fajar Haidhar, yang memimpin kegiatan tersebut, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan tidak hanya untuk memberikan warga pengetahuan baru, tetapi juga untuk menciptakan kesadaran akan potensi positif dalam mendaur ulang limbah.
"Melalui pembuatan lilin aromaterapi, kita tidak hanya mengurangi dampak negatif minyak jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan, tetapi juga memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat," ujarnya.
Warga Desa Sraten memberikan respons positif terhadap kegiatan ini, menyebutnya sebagai langkah positif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
Beberapa ibu rumah tangga telah menyatakan niat mereka untuk terlibat dalam pembuatan lilin aromaterapi sebagai langkah pertama dalam mengelola limbah minyak jelantah di rumah mereka.
Universitas PGRI Madiun berharap bahwa keberhasilan inisiatif KKNT ini akan menjadi inspirasi bagi universitas lain dan masyarakat di seluruh Indonesia untuk menjalankan langkah serupa.
Dengan cara ini, diharapkan akan terus tercipta inovasi dan solusi kreatif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memajukan perekonomian masyarakat lokal. (mg1)
Editor : Erlita H