Jawa Pos Radar Lawu - 2024 hadir dengan menyajikan tragedi. Baru 13 hari, sudah ada empat warga Madiun Raya yang tenggelam di sungai.
Tak hanya orang dewasa, bahkan ada dua anak yang ikut menjadi korban. Sederet kejadian ini tentu harus menjadi pelajaran.
Pasalnya di awal tahun ini, intensitas hujan mulai meningkat. Bahkan, BMKG memprediksi Januari-Februari akan menjadi puncak musim penghujan. Maka, jangan sampai ada lagi orang tenggelam.
Catatan Radar Lawu, insiden orang tenggelam yang pertama tahun ini terjadi di Ngawi.
Rabu (3/1) lalu, petugas gabungan akhirnya menemukan tubuh tak bernyawa Bani, setelah dilaporkan hilang sejak Selasa (2/1).
Jasad lansia berumur 61 itu mengambang sejauh 35 kilometer dari titik tenggelam yang berada di Desa Karanggeneng, Pitu, Ngawi.
"Korban ditemukan di aliran Bengawan Solo sekitar Dusun Ngambong, Desa/Kecamatan Pitu," kata Joko Supriyono, petugas BPBD Ngawi.
Tiga hari berselang, publik dikejutkan dengan kabar hilangnya Maulida Angelika Sholiha, anak dari Wisnu Adam Pambudi, 26, warga Kota Madiun.
Pencarian dilakukan aparat gabungan dengan berbagai cara sejak Sabtu hingga Senin (8/1).
Malang bagi si kecil Maulida, jasadnya ditemukan mengambang oleh pemancing di Bojonegoro.
"Ditemukan di aliran Bengawan Solo, tepatnya di Desa Karangnongko, Bojonegoro. Sudah dikonfirmasi BPBD setempat,'' ungkap Kapolsek Taman Kompol Agus Suprijanto.
Kemudian pada Kamis (11/1), satu lagi warga Kota Madiun yang dilaporkan tenggelam. Pria malang itu yakni Suwardji, warga Tawangrejo.
Baca Juga: Dua Hari Hilang, Warga Madiun Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Pojok, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Selang sehari sejak dilaporkan hilang tenggelam, petugas gabungan berhasil menemukan jasad Suwardji yang hanyut di Kali Sono.
Jasad warga Kota Madiun itu ditemukan masih di aliran Kali Sono, Jumat (12/1) siang. Tepatnya di Dusun Pojok, Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.
Yang terbaru, seorang anak berinisial AGR, 12, yang juga santri asal Pondok Pesantren Kedung Kenong, Desa Rejosari, Kebonsari, Kabupaten Madiun dilaporkan hanyut tenggelam.
Bocah tersebut dilaporkan hilang di Sungai Ngujur, Madiun, pada Jumat (12/1). Hingga Sabtu (13/1) pagi, pencarian masih terus dilakukan.
Tingginya intensitas hujan di awal 2024 dapat menjadi petaka bila tak berhati-hati. Sungai yang semula kering atau berarus pelan saat kemarau, bisa berubah menjadi deras dan mematikan.
Jangan sampai ada lagi warga Madiun Raya yang mati sia-sia di aliran sungai lantaran kurangnya kehati-hatian. (naz)
Editor : Mizan Ahsani