KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Madiun Muhammad Anwarul 'Izzat dengan tegas menolak dugaan adanya kampanye hitam pada momentum menjelang pemilu Umum (Pemilu) 2024.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah melakukan kajian rutin yang diselenggarakan PC PMII Madiun beserta para anggotanya.
Pasca munculnya isu pengamanan oleh Panwascam Sukodadi Kabupaten Lamongan terhadap mahasiswa yang diduga melakukan kampanye hitam.
Seperti diketahui sebelumnya, selebaran memuat tolak pelanggar HAM dan dinasti politik tersebar di lingkungan kampus Universitas Darul Ulum (UNISDA) Lamongan.
''Kami sangat mengecam apapun bentuk kampanye hitam ataupun kampanye yang bersifat provokatif maupun mengandung unsur kebencian dan siapapun yang melakukannya, entah dari kalangan pelajar ataupun masyarakat umum" katanya, Jumat (12/1).
Baca Juga: Bandara Dhoho Kediri Rencananya Dibuka 15 Januari, Berikut Daftar Lima Bandara Terdekat
Baca Juga: Dawuhe Gus Iqdam: Memang Ada Sunah Mendem di Tahun Baru? Niatkan untuk Ibadah dan Muhasabah Diri
Izzat juga menyayangkan munculnya kampanye hitam tersebut. Apalagi dilakukan oleh mahasiswa yang notabenenya dikenal oleh masyarakat awam sebagai kaum intelektual dan beradab.
“Sangat memalukan, kita sebagai mahasiswa harus mengedepankan adab dan kualitas intelektual kita ketika terlibat dalam politik praktis tanpa menyebarkan narasi narasi negatif,'' terangnya.
Izzat menegaskan, elemen pengawas pemilu harus bertindak adil serta tidak tebang pilih dalam menindak kejadian tersebut.
Dia berharap Panwascam tidak hanya tajam ke satu golongan jika terjadi kasus serupa.
Baca Juga: Keren! Teaser Perjalanan Lala yang Tak Terlupakan, Anime Asli Buatan Anak Bangsa
“Sudah benar apa yang dilakukan oleh Panwascam terkait, namun tindakan pengamanan tersebut jangan sampai hanya berlaku pada golongan tertentu.'' ujarnya.
''Kalaupun terjadi kampanye hitam yang dilakukan oleh sekelompok orang ataupun sekelompok kelompok baik dari tim sukses, ormas bahkan ASN ataupun TNI POLRI yang sudah jelas harus menyatakan netral dalam momentum Pemilu 2024 ini pengawas pemilu juga harus berani melakukan tindakan" imbuhnya.
Merespon fenomena tersebut, PC PMII Madiun turut mengajak seluruh masyarakat umum dan khususnya generasi muda untuk ikut berupaya mewujudkan Pemilu 2024 yang aman dan damai.
Mari seluruh masyarakat dan sahabat sahabat pemuda kita jaga bersama, kita ciptakan Pemilu 2024 aman dan damai supaya tidak terjadi sesuatu yang dapat menghambat berjalannya Pemilu 2024. Pungkasnya. (mg1/anak)
Editor : Erlita H