Kronologi Longsor di Jalan Menuju Gerbang Masuk Telaga Sarangan, Tiga Orang Sempat Terseret Material Longsoran
Aprilita Sari• Sabtu, 6 Januari 2024 | 05:17 WIB
LUKA: Tiga orang menjadi korban Bencana Tanah Longsor Tebing di Utara Pintu Masuk Telaga Sarangan pada Jumat (5/1). (AJI PUTRA/ JAWA POS RADAR MAGETAN)
MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Tiga orang menjadi korban bencana tanah longsor pada Jumat (5/1) di kawasan Telaga Sarangan.
Kejadian bermula saat hujan turun dengan intensitas tinggi di Kecamatan Plaosan sejak pukul 16.00.
Kemudian sekitar pukul 18.00 dilaporkan terjadi ranah longsor dan pohon tumbang di jalan menuju gerbang masuk Telaga Sarangan.
Tepatnya di depan Lembah Doa Yolena atau utara pintu masuk Telaga Sarangan di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan.
Saat itu, ketiga korban yakni Marsi, 45 tahun dan Titik Sulasmi, 35 tahun serta Daffa, 7 tahun, warga Kelurahan Sarangan, melewati jalur depan Lembah Doa Yolena dari arah selatan ke utara.
Di saat bersamaan mengalir material lumpur disertai bebatuan dari tebing di lokasi tersebut.
"Saat itu ketiga korban pulang kerja, saat melintasi lokasi kejadian dengan sepeda motor tapi tiba- tiba terjadi tebing Longsor," kata Seno, tetangga korban.
"Ada tiga korban yakni Mbak Titik beserta anak dan budenya," terangnya.
Mereka terseret sejauh sepuluh meter.
Selanjutnya mereka dibantu petugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan aparat Polisi Pos (Polpos) Plaosan dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Saat ini satu korban yakni Daffa dinyatakan belum sadarkan diri karena mengalami luka.
"Kondisi anak mengalami luka dan belum sadar," ungkapnya.
Selanjutnya korban itu dirujuk ke Rumah Sakit dr Sayidiman Magetan untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.
Hingga pukul 20.30 petugas tim gabungan BPBD, damkar, polsek dan Koramil Plaosan serta masyarakat masih melakukan upaya pembersihan jalan yang terkena material longsor dan evakuasi pohon tumbang. (ril/naz)