Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang semakin individualistis, jarang sekali kita benar-benar berhenti.
Sejenak bertanya kepada diri sendiri: sudahkah aku memikirkan orang lain hari ini?
Puisi “Pikirkan Orang Lain” karya penyair besar Palestina, Mahmoud Darwish, hadir sebagai tamparan lembut yang mengajak kita merenung.
Puisi ini tidak hanya menyuarakan empati, tetapi juga menggugah kesadaran sosial yang sering tertutup oleh kenyamanan pribadi.
Baru-baru ini, aktor Amerika Richard Gere membacakan puisi ini dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh kolektif Artists4Ceasefire.
Pembacaan ini merupakan bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina di Gaza.
“Pikirkan Orang Lain”
Ketika Anda menyiapkan sarapan, pikirkanlah orang lain
(jangan lupakan makanan merpati).
Ketika Anda memimpin perang, pikirkanlah orang lain
(jangan lupakan mereka yang mencari perdamaian).
Ketika Anda membayar tagihan air, pikirkanlah orang lain
(mereka yang dirawat oleh awan).
Ketika Anda kembali ke rumah, ke rumah Anda, pikirkanlah orang lain
(jangan lupakan orang-orang di kamp).
Baca Juga: Kisah Cinta Mustahil Mahmoud Darwish dan Rita, Romeo-Juliet dari Palestina-Israel
Ketika Anda tidur dan menghitung bintang, pikirkanlah orang lain
(mereka yang tidak punya tempat untuk tidur).
Ketika Anda membebaskan diri Anda dalam metafora, pikirkanlah orang lain
(mereka yang telah kehilangan hak untuk berbicara).
Ketika Anda memikirkan orang lain yang jauh, pikirkanlah diri Anda sendiri
(katakanlah: "Jika saja aku adalah lilin dalam kegelapan").
Puisi sebagai Cermin Empati Kita
Puisi ini adalah ajakan untuk tidak larut dalam egoisme modern.
Melalui puisi “Pikirkan Orang Lain”, Mahmoud Darwish menyalakan cahaya kecil di hati kita.
Cahaya empati, kepekaan, dan solidaritas.
Mari jadikan puisi ini sebagai bahan refleksi diri. (fin)
Editor : AA Arsyadani