Mata Ibu (Puisi Karya Sutejo)
Kucium kaki ibu kala lunglai terbaring
nafas juang di kaki kaki waktu
gua pertapaan pertama
pelajaran abadi yang terus desahkan
detak nadi seorang abdi.
Ibu adalah mata jiwa bercerita
rumah terbuka tanpa pintu-jendela
balai dalam tempat istirah-berserah
di siang dan malam jadi sajadah waktu
bertemu hening dalam linang.
Dalam pejam mata ketika sesak nafas
nadiku berdetak, berdentang lembut:
menangis.
April 2025
Cerita Ibu
Dalam ruang-ruang waktu
hanya berbatas pandang
ibu adalah cerita magis.
Ditinggal ayah tak berkabar
romusha keji: ayah tak berumah.
Di kaki derita kanak-kanakmu,
kucium bau tulus masa lalu.
Kerja kemplong itu pintu kasih,
ladang tebu adalah derita lapar ayahku.
Ladang kesadaran melempar ayah
keluar dari desa derita.
Desa cinta Ibu dan Ayahku.
Bacem, 2025
Mata Air
Di bibir ibu aku bersujud
di bening mata ibu aku berenang
kutemukan bintik-bintik air mata
menjelma mata air.
Di gurun jiwa ibu adalah oase
di belantara liar ibu adalah mata air.
Ibu: berjuanglah mata airku.
2025
Denyut Kalbu
Denyut kalbu kutemukan di balik senyum hasbunallahu wanikmal wakil.
Denting jiwa kupetik di balik telisik istighfar
hasbunallahu wanikmal wakil.
Pesan langit kuungkit di balik sulit nafasmu
hasbunallahu wanikmal wakil.
Telik sandi rohani suguhkan anyaman rasa
hasbunallahu wanikmal wakil.
Matahari redup cahaya
hasbunallahu wanikmal wakil.
Rembulan berbisik tembusi malam
hasbunallahu wanikmal wakil.
Telentang aku di kaki langit
hasbunallahu wanikmal wakil.
Berdesir wingit.
2025
Pisau Ibu
Ibu pernah titipkan pisau tumpul,
"Ini untuk cukil kelapa. Dari Mbah Kasan."
Pisau Ibu terbuat dari dapur luka,
dimasak dengan bumbu duka,
jadilah masakan superceria.
Ibu, sejarah luka yang ingin melupa
: tak bisa.
2025
Rumah Jiwa
Seberat apa kau bangun rumah
tanpa pintu dan jendela
kau simpan sendiri dalam senyum dan diam.
Orang-orang bertanya,
bagaimana fondasi dibangun
dalam gelap dan senyap, terlihat megah
aroma putih susu, sesekali bening.
Aku datangi rumahmu setiap waktu
mencari jejak jari-jarimu, bekas jiwamu.
Rumah itu kini sepi dengan temaram lampu
ada duka berlarian, juga berkejaran
memoles rumahmu menjadi aneka warna.
2025
Kaki Ibu
Di kaki ibu ada jembatan panjang
yang dibangun dengan baja derita.
Di kaki ibu ada rumah megah
yang dibangun dengan batu bata duka.
Di kaki ibu ada jalan raya
yang dibangun dengan aspal hotmix hitam.
Di kaki ibu ada istana raja
yang dibangun dengan puing-puing doa.
2025
Puting Ibu
Sumber hidup pertamalah ia
Terbuat dari daging surgawi,
dititipkan di dada ibu bagi anaknya.
Ia bukan sekadar obat tangis
tetapi sumber energi ia.
Nutrisi langit, gunung kehidupan
dalam kisah ratusan ribu hari.
Ia adalah telaga, tempat bermain
Ia adalah sumber tambang hidup
Rumah tanpa pintu dan jendela.
Langit tanpa mendung dan awan.
Bagiku, ia adalah sajadah sepi.
Tasbih dzikir abadi.
Butir suci dari tanah suci.
Tempat tumbuh beragam tanaman:
kudus, tahir, nirmala, zakiah, dan kalis.
2025
BIODATA SINGKAT: Sutejo, budayawan dan sastrawan asal Ponorogo.
Editor : Nur Wachid