Turunkan frekuensimu
Serendah-rendahnya
Biarkan dunia berjalan dengan sendirinya
Kau hanya perlu memperhatikan dalam keheningan hatimu
Abaikan manjamu
Kau itu makhluk, bukan pencipta yang mengharuskan semua atas kendalimu
Turunkan frekuensimu
Serendah-rendahnya
Bahkan seperti mati, tak bernyawa
Sampai makhluk mana pun menyerah menyerangmu.
Sampai takdir apapun tunduk padamu
Karena berhasil engkau taklukan, berhasil engkau jalani tanpa berisik.
Baca Juga: Jangan Lihat Siapa yang Menasihati, tetapi Lihatlah Isi Nasihatnya
Bukankah tidak akan ada lagi yang bisa merendahkanmu, karena kau sudah merendah??
Bukan menunggu waktu untuk dendam
Ini saatnya kau serahkan kembali hidupmu pada Sang Maha Khalik.
Bahwa, tubuhmu, ruhmu itu bukan milikmu
Semua titipan, pada dirimu pun kau tak berhak merasa memiliki.
Merendah itu bukan menyerah, tapi kembali kepada fitrah.
Pelan, sejenak akan mulai bisa merasakan arah hidup.
Bisikan hati nurani yang selama ini tak terdengar karena kalah oleh ego pelan mulai terdengar.
Selamat tinggal kekacauan yang pernah kau ciptakan sembarangan.
Hidupmu mulia bukan sekedar remeh temeh urusan tak perlu.
“Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin.”
“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS.Al-An'am:162)
BIODATA SINGKAT: Siti Khotimah adalah Pendiri Rumah Baca Mahardhika di Jawa Tengah
Editor : AA Arsyadani