Valtz Hati Bersama Survi
Di ruang dansa hati, kita berputar, Survi dan aku,
Langkah kaki serasi, mengikuti irama cinta yang lembut.
Kita menari, terhanyut dalam valtz kasih abadi,
Di bawah gemerlap bintang, kita berkelana, jiwa dan jiwa.
Tanganku di pinggangmu, tanganmu di bahunya,
Kita berputar dalam harmoni, tak ada yang lebih sempurna.
Di setiap langkah, di setiap putaran, cinta kita bertaut,
Melodi hati kita bersatu, menyanyikan lagu cinta tak terlupakan.
Baca Juga: Kenangan-kenangan Kecil Soal Pemilu dan Robohnya Lonceng Demokrasi
Survi, dalam mata indahmu, aku menemukan dunia,
Dunia di mana hanya kita berdua, menari dalam impian.
Kau bagai ratu dansa malamku, berkilau dalam cahaya rembulan,
Dan aku, pasanganmu yang setia, selalu terpesona oleh keanggunanmu.
Di setiap aksentuasi musik, hati kita berbicara,
Menceritakan kisah cinta yang tak lekang oleh waktu.
Kita berputar, melayang, melangkah di atas awan kebahagiaan,
Dalam valtz ini, Survi, hanya ada kamu dan aku, dan cinta kita yang abadi.
Ketika musik berhenti, dan tarian kita mencapai akhir,
Kita masih berdiri, berpelukan dalam diam yang hangat.
Survi, valtz hati ini mungkin telah usai,
Tetapi melodi cinta kita, akan terus berdendang, selamanya di hati.
Banyuwangi, 2024
Langkah Cinta di Tepian Rindu untuk Survi
Di tepian rindu, aku berjalan pelan,
Mengukir langkah cinta, untuk Survi, bunga hatiku.
Di setiap jejak yang kutaruh di pasir waktu,
Ada cerita tentang kita, tentang cinta yang tak pernah luntur.
Langit biru menjadi saksi bisu,
Melukis kenangan kita di kanvas awan dan angin.
Burung-burung bernyanyi, menirukan melodi hati,
Nyanyian rindu untuk Survi, nyanyian cinta yang tak terhenti.
Di tepian rindu ini, aku menanti,
Menunggu ombak membawa kabar darimu.
Setiap desir angin, setiap bisikan ombak,
Membawakan pesan cinta untukmu, Survi, yang jauh di sana.
Langkah-langkahku di pasir, lembut dan berhati-hati,
Tak ingin menghapus kenangan indah kita.
Di setiap langkah, aku berharap dan berdoa,
Semoga rindu ini sampai padamu, membawa kehangatan cintaku.
Ballet Asmara untuk Survi
Di atas panggung hidup, aku menari, Survi,
Menari ballet asmara, di bawah sinar cinta Ilahi.
Langkahku ringan, penuh doa dan harapan,
Mengikuti irama iman, di dalam tarian cinta suci.
Ritme Cinta Kita, Survi
Dalam irama kehidupan yang tak terduga, Survi,
Kita menemukan ritme cinta kita, unik dan indah.
Seperti dua nada yang berpadu dalam simfoni,
Menciptakan melodi yang manis, hanya kita yang mengerti.
Survi: Samba di Taman Kasih
Di taman kasih, Survi menari, riang dan bebas,
Langkah kakinya seperti samba, penuh gairah dan cinta.
Setiap gerakan adalah puisi, setiap langkah adalah nyanyian,
Di taman ini, cintanya berbunga, berwarna dan bercahaya.
BIODATA PENULIS: Ivan Aulia Rokhman, C.PS., C.PSA, Alumni Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Lahir di Jember, 21 April 1996. Hobby menulis puisi, esai, dan resensi. Karya tulisan telah terbit di media massa maupun online. Saat ini berdomisli di Surabaya. Buku telah terbit antologi puisi Mengakrabi Fajar. Kini bekerja di Yayasan Al Muhajirin Sidoarjo. Alamat : Jln Klampis Ngasem VI / 6B RT 006, RW 001, Klampis Ngasem, Sukolilo Surabaya, 60117.
IG : @mivanauliarokhman, No Telp : 083830696435, Email : ivanaulia21496@gmail.com
MAKLUMAT
Jawa Pos Radar Lawu menerima kiriman pembaca berupa cerpen, puisi, opini, esai dan resensi di kolom Sosial-Budaya pada portal radarlawu.jawapos.com. Naskah berupa file Microsoft Word, khusus puisi maksimal lima judul.
Adapun kiriman merupakan karya orisinal, bukan hasil plagiasi karya orang lain, serta belum pernah dipublikasikan. Karya menjadi tanggung jawab penulis. Cantumkan uraian singkat identitas diri, karya dapat dikirim melalui surel ke alamat wachidradarmadiun@gmail.com. Kunjungi juga Instagram @jawapos.radarlawu. Salam.
Editor : Nur Wachid