Oleh: Masuki M Astro
1) Pertemuan dan perjumpaan
Kekasih,
Sekian purnama kita lalui bersama biduk ini, hanya sebentuk pertemuan
Setelah terempas-empas oleh badai gelombang, sesekali juga terbuai, kita tiba juga pada perjumpaan
Baca Juga: Puntung Rokok
Kekasih,
Dalam perjumpaan, kita baru tahu bahwa engkau dan aku satu jua
Lalu kita arungi keabadian diri dalam lautan surga
Engkau bidadari itu, kusangka perempuan biasa yang harus selalu kutundukkan dalam relasi ilusi kemahasempurnaan
Terima kasih bidadari surga yang tak berselendang gemerlap bianglala
Bataan, 22 Januari 2024
2) Mereka cerita tentang air
Dimana-mana mereka bercerita tentang air
Bahkan, mereka membual tentang cairan penawar dahaga itu
Mereka sesungguhnya tidak pernah minum air
Sampai aku berjumpa dengan pertapa tua yang setiap saat mereguk air kenikmatan
Wahai kalian, temuilah pertapa tua itu, mungkin ada sangat dekat di sekitarmu
Jangan kalian terlena dalam ilusi yang tidak pernah mereguk nikmatnya kebenaran
Baca Juga: Puisi-puisi Damay Ar-Rahman
Bondowoso, 18 Januari 2024
BIODATA SINGKAT: Masuki M Astro, wartawan ANTARA, tinggal di Bondowoso
MAKLUMAT
Jawa Pos Radar Lawu menerima kiriman pembaca berupa cerpen, puisi, opini, esai dan resensi di kolom Sosial-Budaya pada portal radarlawu.jawapos.com. Naskah berupa file Microsoft Word, khusus puisi maksimal lima judul.
Adapun kiriman merupakan karya orisinal, bukan hasil plagiasi karya orang lain, serta belum pernah dipublikasikan. Karya menjadi tanggung jawab penulis. Cantumkan uraian singkat identitas diri, karya dapat dikirim melalui surel ke alamat wachidradarmadiun@gmail.com. Kunjungi juga Instagram @jawapos.radarlawu. Salam.
Editor : Nur Wachid