Penulis: Masuki M. Astro
Kabar ikan-ikan asin yang diawetkan dengan bahan kimia itu sudah tak terdengar lagi
Pelakunya sudah digulung oleh penegak hukum
Eh, rupanya ada yang ketagihan dengan ikan-ikan asin kekuasaan hingga memerlukan pengawet
Setelah 120 kali purnama bergelimang nikmat, kau masuk dalam perangkap khuldi Bumi dengan keinginan menambah 60 kali purnama
Setelah hasrat harus kau relakan tersapu angin kritik, kau belum habis akal dan strategi
Mahkamah terciprat anyir formalin itu
Bau itu dengan sangat mudah kami cium ketika aturan tetiba berubah
Formalin kekuasaan itu menggugah kesadaran kami bahwa kau tidak baik-baik saja, bapak
Elakan dan tukasan diteriakkan lewat berbagai saluran bahwa semua itu bohong belaka
Bapak, angin memang tak pernah bisa dibuktikan dengan mata, tapi tidak ada satu orang pun bisa memungkiri bahwa angin itu ada, lewat desauan
Hukum yang bisa diatur adalah bagian dari desiran angin pembawa kabar adanya upaya menabur pengawet kekuasaan itu
Baca Juga: Kelir Cerita di Balik Persembunyian Ilyas Hussein
Manusiawi, bahkan sangat, kalau tahta itu membuat nyaman dan sakau bagi yang telah mencecap manisnya kursi
Engkau khianati kami dengan wajah polosmu dan rasa tanpa beban
Rasa dikhianati ini bukan tentang ibu, tapi betul-betul kami yang mencintaimu
Terima kasih bapak bahwa kami diingatkan untuk tidak membuta tuli mencintaimu
Kamu juga manusia
Muhibbinmu sudah menyodor-nyodorkan wajah kecintaan itu, tapi kau bergeming
Rupanya kau lupa, bapak, bahwa sosok yang engkau taburi formalin itu juga ingin abadi dalam kekuasaan
Dia akan terperangkap juga pada keadaan sakau kekuasaan, hingga kelak akan melumat dirimu dan keluargamu
Kalau formalin itu tidak mempan, mukamu hendak kau taruh dimana?
Duh, entahlah
Langkah-langkah formalinmu makin terperosok ke jurang-jurang nista karena semakin terlihat adanya campur tangan
Terima kasih bapak, atas torehan sejarah prestasimu yang kemudian kau lipat-lipat sendiri , kau lumat-lumat sendiri
Bapak, tangis muhibbinmu itu muncrat dari ketulusan yang suci
Jangan kaget kalau air mata kami kelak membandang menyunami, lalu menggulungmu
Bapak, sungguh, aku masih menyayangimu
Bataan, 2 Desember 2023
BIODATA SINGKAT: Masuki M. Astro, wartawan senior LKBN ANTARA tinggal di Bondowoso
MAKLUMAT
Jawa Pos Radar Lawu menerima kiriman pembaca berupa cerpen, puisi, opini, esai dan resensi di kolom Sosial-Budaya pada portal radarlawu.jawapos.com. Naskah berupa file Microsoft Word, khusus puisi maksimal lima judul.
Adapun kiriman merupakan karya orisinal, bukan hasil plagiasi karya orang lain, serta belum pernah dipublikasikan. Karya menjadi tanggung jawab penulis. Cantumkan uraian singkat identitas diri, karya dapat dikirim melalui surel ke alamat wachidradarmadiun@gmail.com. Salam.
Editor : Nur Wachid