Penulis: Anggayuh Santoso
Kini telah sampai masa ku
Tuk mengabdikan diriku
22 Oktober 45
Ku berperang tuk agama dan negaraku.
Api merdeka telah berkobar
Darah telah menjadi saksi ku
Tak gentar menyerbu
Tak kenal lelah tuk mengucap: Lailahailallah.
Santri
Kini di kenang
Kini kau telah di abadikan
Dalam sejarah kemerdekaan
Senjata api telah ku tembakkan
Satu nyawa telah melayang.
Tombak telah menancap di dada
Bom-bom di jatuhkan
Tanda perang telah dibunyikan.
22 Oktober 45
Resolusi jihad telah mengelora
Santri dan ulama ikut berjuang
Dalam mempertahankan agama dan negara.
BIODATA SINGKAT: Penulis kelahiran Ponorogo, 10 Februari 2004, mahasiswa INSURI Ponorogo.
Baca Juga: Cinta 14 Inci
MAKLUMAT
Jawa Pos Radar Lawu menerima kiriman pembaca berupa cerpen, puisi, opini, esai dan resensi di kolom Sosial-Budaya pada portal radarlawu.jawapos.com. Naskah berupa file Microsoft Word, khusus puisi maksimal lima judul.
Adapun kiriman merupakan karya orisinal, bukan hasil plagiasi karya orang lain, serta belum pernah dipublikasikan. Karya menjadi tanggung jawab penulis. Cantumkan uraian singkat identitas diri, karya dapat dikirim melalui surel ke alamat wachidradarmadiun@gmail.com. Salam.
Editor : Nur Wachid