Ikan Berbisa Indah Menjadi Invasif: Mengenal Lionfish, Ikan Invasif Hampir di Seluruh Dunia

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:33 WIB
Foto Lionfish (Pterois volitans) di North Solitary Island, New South Wales (Ian Shaw/iNaturalist.org)
Foto Lionfish (Pterois volitans) di North Solitary Island, New South Wales (Ian Shaw/iNaturalist.org)

Jawa Pos Radar Lawu - Lionfish, atau nama Indonesianya, ikan Lepu, adalah ikan berwarna merah cerah dengan sirip berduri yang menghasilkan bisa.

Ikan ini mungkin terlihat indah dan ikut menghiasi setiap perairan yang dihuninya. Namun ikan ini sangat invasif di perairan yang bukan tempat aslinya.

Baca Juga: Marak Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Pakar IPB Ungkap 3 Strategi Efektif Kendalikan Populasi Invasif

Bermula dari Ikan Hias Eksotis

Ikan yang berasal dari perairan Indo-Pasifik ini terkenal sebagai ikan hias yang sering dipelihara di akuarium karena coraknya yang indah.

Tampilannya sebagai ikan hias membuatnya terkenal dan dibawa ke perairan lainnya di Eropa dan Amerika, menjadi ikan hias eksotis yang mahal.

Namun, ketika terlepas atau sengaja dilepasliarkan di daerah yang tidak seharusnya, Lionfish menjadi ikan yang sangat invasif.

Karena sirip durinya yang panjang dan berbisa, ikan ini menjadi predator mutlak yang invasif di perairan Atlantik barat, laut Karibea, and laut Mediterranea.

Tidak adanya pemangsa serta memiliki kecepatan reproduksi yang tinggi (menghasilkan hingga 30.000 telur setiap 4 hari sekali), membuat Lionfish membutuhkan intervensi dari manusia.

Baca Juga: Naniura, Kuliner Tradisional Batak Berbahan Ikan Mentah yang Kaya Rempah dan Sarat Makna Budaya

Pemburuan Dilegalkan Hingga Dibayar

Menanggapi hal tersebut, bahwa hanya manusia yang bisa mengendalikan populasi invasif Lionfish, maka perburuan ikan ini dilegalkan dan sangat dianjurkan.

Beberapa negara bahkan membayar mereka yang mau memburu Lionfish, seperti pemerintah Brazil daerah Porto Seguro yang membayar $10 untuk setiap ikan yang ditangkap.

Setelah ditangkap pun, ikan ini tak hanya terbuang percuma, namun dapat diolah menjadi makanan untuk dikonsumsi manusia.

Pengolahan menjadi makanan adalah salah satu cara paling efektif dalam penanganan spesies invasif, karena juga menguntungkan pihak manusia atau hewan yang memakan spesies tersebut.

Bisa yang ada dalam Lionfish hanya terdapat dalam sirip berdurinya, yang hanya dilepaskan apabila kulit yang menyelubungi tulang sirip terkelupas.

Sedangkan kelenjar bisa yang ada di tubuhnya tidak sampai masuk ke daerah daging yang biasa dikonsumsi manusia.

Sehingga daging dari ikan tersebut aman untuk dikonsumsi oleh manusia, dan menurut mereka yang sudh mencoba, rasanya mirip ikan kakap atau kerapu.

Meskipun begitu, masih memerlukan kecermatan untuk menyiapkannya agar daging Lionfish agar aman dikonsumsi.(*)

*Syifa Fitria Hanifah, Magang Universitas Negeri Surabaya.

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : berbagai sumber
lionfish invasif ikan