Fakta Menarik Galaksi Bima Sakti yang Ternyata Punya Dua Lengan Utama

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 12:09 WIB
Galaksi Bima Sakti
Source : Nasa
Galaksi Bima Sakti
Source : Nasa

Jawa Pos Radar Lawu - Bumi bukanlah satu-satunya objek yang berada di luar angkasa karena planet yang menjadi tempat tinggal manusia ini merupakan bagian dari Tata Surya, sedangkan Tata Surya sendiri berada di dalam Galaksi Bima Sakti.

Jika dilihat dari atas, Bima Sakti memiliki bentuk seperti kincir angin besar yang berputar di angkasa sehingga termasuk galaksi spiral yang diperkirakan terbentuk sekitar 14 miliar tahun lalu.

Di dalamnya terdapat miliaran bintang, awan gas dan debu yang disebut nebula, planet, asteroid, serta berbagai objek lainnya dan semua objek tersebut bergerak mengelilingi pusat galaksi.

Bima Sakti Memiliki Diameter Sekitar 100.000 Tahun Cahaya

Bima Sakti memiliki diameter sekitar 100.000 tahun cahaya sedangkan tata Surya kita sendiri berada sekitar 26.000 tahun cahaya dari pusat galaksi.

Matahari dan seluruh anggota Tata Surya juga tidak diam karena keduanya bergerak mengelilingi pusat Bima Sakti yang berevolusi dengan kurun waktu sekitar 250 juta tahun.

Artinya, sejak Tata Surya terbentuk, Matahari telah mengelilingi pusat Bima Sakti beberapa kali.

Dari Empat Lengan Menjadi Dua Lengan Utama

Selama bertahun-tahun, para astronom berusaha memahami bentuk sebenarnya dari Bima Sakti yang tentunya adalah kendala yang dihadapi yaitu manusia berada di dalam galaksi tersebut sehingga tidak bisa melihat bentuk keseluruhannya secara langsung dari luar.

Pengamatan menggunakan citra inframerah dari Teleskop Luar Angkasa Spitzer milik NASA membantu para ilmuwan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai struktur galaksi.

Hasil pengamatan tersebut menunjukkan bahwa Bima Sakti didominasi oleh dua lengan spiral utama, yaitu Lengan Scutum-Centaurus dan Lengan Perseus, yang terhubung dengan ujung batang bintang di bagian tengah galaksi.

Sementara itu, Lengan Norma dan Lengan Sagittarius yang sebelumnya dianggap sebagai lengan utama kini dipandang sebagai lengan minor.

Lengan utama memiliki kepadatan bintang yang lebih tinggi, termasuk bintang-bintang muda dan tua sedangkan lengan minor lebih banyak dipenuhi gas serta wilayah yang menjadi tempat terbentuknya bintang baru.

Ada Lengan Spiral Lain di Bima Sakti

Struktur Bima Sakti ternyata tidak berhenti pada lengan-lengan tersebut misalnya para astronom juga menemukan struktur spiral lain yang dikenal sebagai Far-3 kiloparsec Arm.

Lengan tersebut ditemukan melalui survei teleskop radio terhadap gas di Bima Sakti yang ternyata ukurannya lebih pendek dibandingkan dua lengan utama dan lokasinya berada di sepanjang batang galaksi.

Penemuan berbagai struktur tersebut menunjukkan bahwa bentuk Bima Sakti jauh lebih kompleks daripada sekadar gambaran galaksi spiral dengan empat lengan yang pernah digunakan sebelumnya.

Tata Surya Berada di Lengan Orion

Lalu, di bagian mana Tata Surya kita berada?

Matahari dan Bumi berada di sebuah struktur kecil yang disebut Lengan Orion atau Taji Orion yang terletak di antara Lengan Sagittarius dan Lengan Perseus.

Ketika manusia melihat langit malam, sebagian besar bintang yang terlihat dengan mata telanjang merupakan bagian dari Bima Sakti.

Pada masa sebelum teleskop digunakan, kumpulan bintang tersebut terlihat seperti garis putih samar yang membentang di langit.

Penampakan tersebut bahkan melahirkan berbagai cerita dan nama karena dalam mitologi Yunani kuno, garis putih itu dikaitkan dengan "sungai susu", sedangkan bangsa Romawi menyebutnya Via Galactica, yang berarti jalan yang terbuat dari susu.

Dari situlah nama Milky Way dalam bahasa Inggris berasal, sementara dalam bahasa Indonesia kita mengenalnya sebagai Galaksi Bima Sakti.

Dengan berbagai pengamatan dan teknologi teleskop yang semakin berkembang, para astronom terus memetakan lingkungan kosmik tempat Tata Surya berada.

Setiap penemuan baru membantu manusia memahami bahwa galaksi yang menjadi rumah kita memiliki struktur yang jauh lebih rumit daripada yang terlihat dari Bumi.

(Auliya Nur Aisyah, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Nasa
Diameter Sekitar 100.000 Tahun Cahaya Dua Lengan Utama Lengan Spiral Tata Surya Berada di Lengan Orion Bima Sakti