Seperti Negeri Ajaib, Begini Pemandangan Musim Dingin di Planet Mars

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 11:17 WIB
Musim Dingin di Mars
Source: Nasa
Musim Dingin di Mars
Source: Nasa

Jawa Pos Radar Lawu - Musim dingin di Mars ternyata menghadirkan pemandangan yang tidak kalah menarik dari musim dingin di Bumi karena ketika suhu turun drastis, permukaan Planet Merah dapat diselimuti salju dan embun beku.

Suhu terdingin terjadi di wilayah kutub Mars dan dapat mencapai sekitar minus 190 derajat Fahrenheit atau minus 123 derajat Celsius yang berlangsung dalam kondisi yang jauh berbeda.

Satu tahun di Mars berlangsung sekitar dua tahun Bumi, sehingga pergantian musim di planet tersebut juga membutuhkan waktu lebih lama.

Berbagai wahana robotik NASA telah membantu ilmuwan mempelajari fenomena musim dingin tersebut. Berikut beberapa fakta menarik yang berhasil ditemukan.

Baca Juga: NASA Tangkap Objek Mirip Ubur-Ubur di Mars, Ternyata Bukan Makhluk Hidup

Mars Memiliki Dua Jenis Salju

Salju di Mars terdiri dari dua jenis, yaitu es air dan karbon dioksida atau es kering karena kondisi atmosfer Mars yang sangat tipis dan suhu yang ekstrem membuat salju dari es air memiliki perilaku berbeda.

Salju tersebut dapat menyublim, yaitu berubah langsung dari bentuk padat menjadi gas, bahkan sebelum mencapai permukaan.

Sementara itu, salju karbon dioksida dapat mencapai permukaan Mars karena menurut ilmuwan Mars dari Jet Propulsion Laboratory NASA, Sylvain Piqueux, salju dapat menumpuk di beberapa lokasi tertentu.

Jika ingin menemukan tumpukan salju yang lebih memungkinkan untuk terkumpul di permukaan, wilayah seperti kawah atau tebing menjadi tempat yang lebih sesuai karena memiliki permukaan miring.

NASA Belum Pernah Memotret Salju yang Turun

Meski para ilmuwan mengetahui bahwa salju turun di Mars, hingga kini belum ada gambar langsung yang berhasil mengabadikan proses tersebut.

Salju hanya terbentuk di bagian Mars yang sangat dingin, seperti wilayah kutub, di bawah lapisan awan, dan pada malam hari sehingga membuat pengamatan langsung menjadi sulit.

Kamera pada wahana yang mengorbit Mars tidak dapat menembus lapisan awan karena objeknya ada di permukaan menghadapi suhu ekstrem yang dapat membuat pengamatan menjadi sangat sulit.

Namun, NASA memiliki instrumen yang dapat mendeteksi keberadaan salju yaitu Mars Reconnaissance Orbiter menggunakan instrumen Mars Climate Sounder yang mampu mendeteksi panjang gelombang cahaya yang tidak dapat dilihat manusia serta membantu ilmuwan mendeteksi salju karbon dioksida yang turun menuju permukaan.

Sementara itu, wahana pendarat Phoenix yang dikirim NASA pada 2008 menggunakan instrumen laser untuk mendeteksi salju es air di dekat kutub utara Mars.

Kepingan Salju Mars Bisa Berbentuk Kubus

Salah satu hal menarik lainnya adalah bentuk kepingan salju karbon dioksida di Mars karena umumnya di Bumi, kepingan salju air umumnya memiliki enam sisi karena cara molekul air tersusun ketika membeku.

Sementara itu, molekul karbon dioksida memiliki susunan berbeda ketika berubah menjadi es karena es karbon dioksida memiliki simetri empat, kepingan salju dari bahan tersebut diperkirakan berbentuk kubus yang memiliki ukuran sekecil sehelai rambut manusia.

Baca Juga: NASA Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di Bulan pada 2029! Ambisi AS Menyaingi Rusia dan China

Embun Beku Juga Menyelimuti Mars

Selain salju, Mars juga mengalami pembentukan embun beku karena air dan karbon dioksida sama-sama dapat membentuk embun beku di permukaan Planet Merah.

Fenomena tersebut bahkan ditemukan lebih luas dibandingkan salju sehingga wahana pendarat Viking telah mengamati embun beku air ketika mempelajari Mars pada 1970-an.

Kemudian, wahana pengorbit Odyssey milik NASA juga mengamati bagaimana embun beku terbentuk dan kemudian menyusut ketika terkena sinar Matahari pagi.

Akhir Musim Dingin Memunculkan Bentuk Aneh

Fenomena menarik lainnya terjadi ketika musim dingin Mars berakhir karena ada fenomena lapisan es yang terkumpul mulai menyublim dan berubah kembali menjadi gas di atmosfer.

Dalam proses tersebut, permukaan es dapat membentuk pola-pola yang tidak biasa yang menyerupai laba-laba, bintik Dalmatian, telur goreng, hingga keju Swiss.

Proses ini juga dapat menghasilkan geyser yaitu es yang tembus cahaya memungkinkan sinar Matahari memanaskan gas di bawah lapisan es.

Ketika tekanan meningkat, gas tersebut dapat menyembur keluar dan membawa debu ke permukaan sehingga menjadi fenomena yang sangat menarik untuk diamati. 

Berkat pengamatan wahana-wahana NASA, para ilmuwan dapat terus mempelajari bagaimana salju, embun beku, es, dan atmosfer Mars berinteraksi sepanjang pergantian musim.

(Auliya Nur Aisyah, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Nasa, nasa.gov
Musim dingin Mars Dua Jenis Salju Embun Beku Kubus nasa