Bukan Sekadar Awan Indah, Polar Stratospheric Clouds Punya Peran dalam Kerusakan Ozon

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:07 WIB
Source : matalalta
Source : matalalta

Jawa Pos Radar Lawu - Di langit wilayah kutub, terdapat jenis awan yang tampak begitu indah hingga dijuluki nacreous atau mother-of-pearl clouds namun dibaliknya awan yang dikenal sebagai polar stratospheric clouds (PSCs) ini justru memiliki peran penting dalam proses terbentuknya lubang ozon di Antarktika dan Arktik.

Mengenal Polar Stratospheric Clouds

Polar stratospheric clouds merupakan awan yang terbentuk di lapisan stratosfer, tepatnya pada ketinggian sekitar 15–25 kilometer yang biasanya muncul di wilayah sekitar kutub dengan garis lintang lebih dari 60°S, terutama ketika musim dingin hingga awal musim semi.

Keberadaan PSC menjadi perhatian para ilmuwan karena permukaan partikel penyusunnya dapat menjadi tempat berlangsungnya reaksi kimia tertentu seperti radikal klorin bebas di stratosfer yang kemudian dapat menghancurkan molekul ozon.

Dengan kata lain, awan ini bukan penyebab tunggal lubang ozon, tetapi menyediakan kondisi yang membantu berlangsungnya proses kimia yang mempercepat penipisan lapisan ozon.

Baca Juga: Black Hole (Lubang Hitam) Bukan Penyedot Kosmik, Ini Fakta yang Sebenarnya Perlu Diketahui

Ada Dua Jenis Polar Stratospheric Clouds

Tipe II, Awan yang Tampak Seperti Mutiara

PSC Tipe II tersusun atas kristal es dan terbentuk ketika suhu turun hingga berada di bawah titik beku es, biasanya kurang dari −78°C. Jenis ini juga dikenal sebagai awan nacreous atau mother-of-pearl clouds karena dapat menampilkan penampakan yang menyerupai mutiara.

Tipe I, Lebih Tipis dan Mengandung Asam

Berbeda dengan Tipe II, PSC Tipe I memiliki tampilan optik yang jauh lebih tipis. Awan ini dapat terbentuk pada suhu sekitar 5–8°C di atas titik beku es dan terutama terdiri atas tetesan yang mengandung asam nitrat serta asam sulfat.

Kedua jenis awan tersebut memiliki peran dalam proses kimia di stratosfer yang berkaitan dengan penipisan ozon.

Mengapa PSC Penting bagi Penelitian Ozon?

Meski penelitian mengenai PSC telah berlangsung selama puluhan tahun, para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami pola kemunculannya karena perlu mempelajari lebih dalam mengenai waktu dan durasi keberadaan awan, wilayah persebarannya, distribusi berdasarkan ketinggian, hingga perubahan dari tahun ke tahun.

Informasi tersebut penting karena ketidakpastian mengenai karakteristik PSC dapat memengaruhi ketepatan model yang digunakan untuk memperkirakan penipisan ozon.

Bagaimana Ilmuwan Mengamatinya?

Salah satu alat yang digunakan untuk mempelajari awan stratosfer kutub adalah Davis LIDAR, yang telah melakukan pengamatan sejak 2001 dengan menggunakan laser untuk mengukur hamburan cahaya di atmosfer hingga menghasilkan profil berdasarkan ketinggian.

Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mempelajari pola kemunculan PSC serta hubungannya dengan struktur suhu stratosfer sehingga para peneliti juga melihat bagaimana gelombang gravitasi dan gelombang planet dapat memengaruhi struktur awan serta proses penipisan ozon.

Pengamatan dari daratan juga dapat dibandingkan dengan data satelit dan prediksi model atmosfer dengan didukung oleh laporan mengenai kemunculan PSC dari orang-orang yang berada di Antarktika juga dapat membantu menambah data penelitian.

Baca Juga: Ada Bumi Lain di Alam Semesta? Mengenal Teori Parallel Universe dan Multisemesta

Awan Indah dengan Peran Besar bagi Atmosfer

Polar stratospheric clouds menunjukkan bahwa fenomena alam yang terlihat indah di langit dapat memiliki proses kimia yang kompleks salah satunya di  wilayah kutub, keberadaan awan ini menjadi bagian penting dari rangkaian reaksi yang berkaitan dengan penipisan ozon.

Penelitian terhadap PSC pun masih terus dilakukan untuk memahami bagaimana awan tersebut terbentuk, berubah, dan memengaruhi kondisi atmosfer dari waktu ke waktu.

Fakta Menarik

Salah satu hal menarik dari polar stratospheric clouds adalah penampilannya yang dapat menyerupai mutiara.

PSC Tipe II terbentuk dari kristal es pada suhu yang sangat rendah, sehingga ketika terkena cahaya dalam kondisi tertentu, awan tersebut dapat menghasilkan tampilan warna-warni yang membuatnya dikenal sebagai mother-of-pearl clouds.

Menariknya, penelitian PSC juga tidak hanya mengandalkan satelit atau instrumen ilmiah melainkan laporan dari orang - orang yang berada di Antarktika melalui pengamatan secara langsung sehingga dapat dibandingkan dengan data Davis LIDAR, pengukuran satelit, dan prediksi model atmosfer untuk membantu ilmuwan memahami fenomena ini dengan lebih baik.

(Auliya Nur Aisyah, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : nasa.gov
Polar stratospheric clouds Ada Dua Jenis Awan Indah dengan Peran Besar bagi Atmosfer fakta menarik Mengenal