Bukan Sekadar Cahaya Indah, Ini Proses Terjadinya Aurora di Langit Bumi

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 12:17 WIB
Source: matalalta
Source: matalalta

Jawa Pos Radar Lawu - Langit malam biasanya identik dengan kegelapan dan cahaya bintang berbeda dengan di wilayah tertentu, langit justru dapat berubah menjadi panggung cahaya dengan warna hijau, merah, biru, hingga ungu yang bergerak secara dinamis.

Fenomena tersebut dikenal sebagai aurora, salah satu pertunjukan alam yang terjadi akibat interaksi antara aktivitas Matahari dan atmosfer Bumi.

Aurora dikenal dengan dua nama berdasarkan wilayah kemunculannya misalnya ada Aurora borealis merupakan aurora yang terlihat di sekitar wilayah kutub utara, sedangkan aurora australis muncul di sekitar kutub selatan.

Meski terlihat seperti cahaya yang muncul begitu saja, fenomena ini sebenarnya berkaitan erat dengan partikel bermuatan dan medan magnet Bumi.

Baca Juga: Dijuluki Gerbang Surga, Ini Pesona Gunung Tianmen di China dengan Tangga 999 Anak

Bagaimana Aurora Bisa Terjadi?

Proses terbentuknya aurora bermula dari Matahari yang terus-menerus melepaskan aliran partikel bermuatan ke ruang angkasa yang dikenal sebagai angin Matahari atau solar wind.

Ketika angin Matahari mencapai lingkungan Bumi, partikel-partikel tersebut berinteraksi dengan medan magnet yang melindungi planet kita sehingga menyebabkan energi terkumpul di sekitar medan magnet Bumi.

Ketika energi tersebut dilepaskan, sebagian partikel berenergi tinggi bergerak menuju atmosfer yang kemudian bertabrakan dengan atom dan molekul gas yang berada di atmosfer Bumi.

Tabrakan tersebut membuat atom dan molekul memperoleh energi tambahan sehingga energi tersebut dilepaskan dalam bentuk cahaya yang kemudian terlihat sebagai aurora.

Kenapa Warna Aurora Bisa Berbeda?

Warna aurora tidak muncul secara acak karena jenis gas di atmosfer dan ketinggian tempat terjadinya tumbukan menjadi faktor utama yang menentukan warna cahaya yang terlihat.

Oksigen, misalnya, dapat menghasilkan warna hijau maupun merah lalu cahaya hijau umumnya muncul pada ketinggian sekitar 100–200 kilometer, sedangkan warna merah dapat terbentuk pada ketinggian di atas 200 kilometer.

Sementara itu, nitrogen dapat menghasilkan cahaya biru karena pada kondisi tertentu, interaksi dengan nitrogen juga dapat menghasilkan warna merah muda atau kombinasi warna yang membuat aurora terlihat ungu bahkan putih.

Karena beberapa warna dapat muncul dan bercampur pada waktu yang sama, tampilan aurora bisa terlihat seperti tirai cahaya yang terus berubah di langit.

Baca Juga: Langit Agustus Dihiasi Hujan Meteor Perseid, Kapan Waktu Terbaik Melihatnya?

Aurora Bisa Dipelajari dari Bumi

Keindahan aurora ternyata bukan hanya menarik untuk diamati, tetapi juga penting bagi penelitian tentang cuaca antariksa sehingga para ilmuwan dapat mempelajari fenomena ini menggunakan berbagai peralatan yang ditempatkan di Bumi.

Magnetometer digunakan untuk mengamati perubahan medan magnet, sedangkan jaringan radar dapat membantu memantau aktivitas partikel di atmosfer bagian atas.

Beberapa lokasi penelitian juga menggunakan kamera khusus yang dapat menangkap area langit yang luas untuk mengamati aurora secara langsung. 

Salah satu misi NASA yang berkaitan dengan penelitian ini adalah Electrojet Zeeman Imaging Explorer (EZIE), yang bertujuan mempelajari jejak magnetik arus listrik di atmosfer yang berhubungan dengan aurora.

Aurora Bisa Terlihat Lebih Jelas Lewat Kamera

Menariknya, kamera digital dan kamera pada ponsel tertentu terkadang mampu menangkap aurora yang terlihat sangat samar atau bahkan sulit dilihat dengan mata telanjang yang berawal dari sensor kamera dapat merekam cahaya dengan lebih sensitif sehingga warna aurora bisa tampak lebih jelas dalam foto.

Masyarakat juga dapat membantu penelitian aurora dengan melaporkan penampakan fenomena tersebut melalui proyek sains warga Aurorasaurus karena dapat menjadi data tambahan bagi ilmuwan untuk mempelajari pola dan aktivitas aurora.

Pada akhirnya, aurora bukan sekadar fenomena langit yang indah melainkan cahaya warna-warni tersebut merupakan hasil dari hubungan kompleks antara Matahari, medan magnet Bumi, dan atmosfer, sehingga setiap kemunculannya sekaligus menjadi kesempatan bagi ilmuwan untuk memahami lebih jauh tentang lingkungan antariksa di sekitar planet kita.

(Auliya Nur Aisyah, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : science.nasa.gov, lbifib.ui.ac.id
Aurora Proses Terjadi Memiliki warna yang berbeda Bisa Dipelajari dari Bumi Terlihat Lebih Jelas Lewat Kamera