Ada Bumi Lain di Alam Semesta? Mengenal Teori Parallel Universe dan Multisemesta

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:47 WIB
Source : cosmic_explorerr
Source : cosmic_explorerr

Jawa Pos Radar Lawu - Pernah membayangkan ada dunia lain yang hampir sama dengan kehidupan kita, tetapi memiliki satu perbedaan kecil?

Misalnya, keputusan yang kita ambil di sini menghasilkan pilihan berbeda di dunia lain.

Gagasan seperti ini sering muncul dalam film fiksi ilmiah, tetapi ternyata parallel universe atau alam semesta paralel juga menjadi bahan pembahasan di kalangan fisikawan. Lantas, apakah dunia lain benar-benar ada?

Apa Itu Parallel Universe?

Parallel universe yang sering disebut multisemesta (multiverse) atau alam semesta paralel merupakan gagasan mengenai keberadaan alam semesta lain di luar alam semesta yang dapat kita amati. 

Dalam film, alam semesta paralel biasanya digambarkan sebagai dunia yang memiliki versi lain dari manusia dan kehidupan.

Namun, dalam ilmu fisika, konsep tersebut jauh lebih kompleks sehingga para ilmuwan mengembangkan sejumlah teori untuk menjelaskan kemungkinan adanya alam semesta lain.

Sampai saat ini, keberadaan parallel universe belum terbukti secara ilmiah karena teori-teori tersebut masih menjadi bahan penelitian karena belum ada metode yang memungkinkan manusia mengamati atau berinteraksi langsung dengan alam semesta lain.

Baca Juga: Hujan Meteor Eta Aquarid Capai Puncak 5-6 Mei 2026 di Indonesia

1. Hamparan Alam Semesta yang Tak Terbatas

Salah satu gagasan mengenai multisemesta berangkat dari fakta bahwa alam semesta terus mengembang misalnya ada galaksi-galaksi yang sangat jauh dari bumi bergerak semakin menjauh seiring berlangsungnya ekspansi kosmik.

Ada bagian alam semesta yang begitu jauh sehingga cahaya dari wilayah tersebut tidak akan pernah mencapai Bumi yang mengakibatkan manusia memiliki batas dalam mengamati keseluruhan alam semesta.

Wilayah yang tidak dapat kita lihat bukan berarti tidak ada karena bisa saja masih terdapat galaksi dan objek kosmik di luar jangkauan pengamatan manusia.

Oleh karena itu, sebagian fisikawan menggambarkan wilayah tersebut sebagai bagian lain dari alam semesta yang seolah-olah terpisah dari alam semesta yang dapat kita amati.

Teori ini menarik karena tidak membutuhkan hukum fisika baru karena konsep ini hanya menggunakan pemahaman mengenai alam semesta yang terus mengembang.

2. Teori Gelembung Alam Semesta

Teori lainnya menggambarkan multisemesta seperti kumpulan gelembung alam semesta yang berkaitan dengan inflasi kosmik yang terjadi pada masa awal setelah Big Bang.

Dalam teori tersebut, proses inflasi dapat berlangsung di berbagai wilayah dan menghasilkan gelembung-gelembung alam semesta yang berkembang secara terpisah karena setiap gelembung dapat memiliki kondisi yang berbeda.

Bahkan, beberapa teori menyebut aturan fisika di satu gelembung mungkin tidak sama dengan aturan yang berlaku di gelembung lain sehingga keberadaan gelembung alam semesta tersebut juga belum dapat dibuktikan secara langsung.

3. Banyak Dunia dalam Mekanika Kuantum

Gagasan Many-Worlds Interpretation atau interpretasi banyak dunia berasal dari cara memahami mekanika kuantum yang membahas perilaku partikel pada skala sangat kecil.

Dalam kondisi tertentu, terdapat beberapa kemungkinan hasil dari suatu peristiwa salah satunya menyatakan bahwa berbagai kemungkinan tersebut dapat terjadi, tetapi masing-masing berlangsung dalam cabang alam semesta yang berbeda.

Jika gagasan ini benar, setiap peristiwa kuantum dapat menghasilkan cabang realitas yang berbeda.

Namun, peristiwa tersebut tidak diketahui dapat saling berkomunikasi sehingga manusia belum memiliki cara untuk menguji keberadaannya secara langsung.

Baca Juga: Pelangi: Fenomena Langit yang Penuh Mitos dan Cerita Mistis dari Berbagai Daerah

Benarkah Ada Bumi Lain?

Pertanyaan menariknya adalah, apakah mungkin ada Bumi lain di alam semesta paralel?

Beberapa teori tentang alam semesta menyebutkan bahwa mungkin saja ada planet lain yang memiliki kondisi mirip dengan Bumi yang dibuktikan dengan teori banyak dunia dan teori alam semesta yang sangat luas membuka kemungkinan adanya dunia lain dengan keadaan yang hampir sama.

Namun, menemukan Bumi yang benar-benar sama persis dengan Bumi kita sangatlah sulit karena bumi terdiri dari sangat banyak partikel, sehingga semuanya harus tersusun dengan cara yang sama.

Sehingga, keberadaan Bumi lain yang benar-benar identik dengan Bumi kita masih sebatas kemungkinan dan belum terbukti oleh para ilmuwan.

Bagaimana dengan Kehidupan di Luar Bumi?

Pembahasan tentang alam semesta paralel berbeda dengan pencarian kehidupan di luar Bumi karena para ilmuwan hanya mengamati eksoplanet, yaitu planet yang mengelilingi bintang selain Matahari.

Dengan bantuan teleskop di Bumi dan luar angkasa, para ilmuwan telah menemukan ribuan eksoplanet yang memang memiliki ukuran yang mirip dengan Bumi dan berada di wilayah yang memungkinkan adanya air dalam bentuk cair.

Namun, sampai sekarang belum ada bukti pasti bahwa kehidupan di luar Bumi benar-benar ada.

Mengapa Kita Belum Menemukan Kehidupan Lain?

Ketiadaan bukti kehidupan di luar Bumi juga melahirkan pertanyaan yang dikenal sebagai paradoks Fermi. Jika alam semesta begitu luas dan memiliki begitu banyak planet, mengapa manusia belum menemukan tanda-tanda kehidupan berteknologi?

Pertanyaan tersebut belum memiliki jawaban pasti. Salah satu cara ilmuwan membahasnya adalah melalui Persamaan Drake, yang mencoba memperkirakan kemungkinan adanya peradaban yang dapat dideteksi di galaksi.

Penemuan eksoplanet membuat pencarian kehidupan semakin menarik. Namun, jumlah planet yang diketahui belum otomatis berarti bahwa kehidupan pasti ada di sana.

Jadi, Apakah Parallel Universe Benar-Benar Ada?

Belum ditemukannya bukti kehidupan di luar Bumi menimbulkan pertanyaan yang dikenal sebagai paradoks Fermi.

Para ilmuwan juga menggunakan Persamaan Drake untuk memperkirakan kemungkinan adanya peradaban lain yang dapat dideteksi di galaksi, meskipun banyaknya eksoplanet yang ditemukan belum membuktikan bahwa kehidupan pasti ada di sana.

Sementara itu, keberadaan parallel universe juga belum memiliki bukti ilmiah yang pasti karena konsep ini masih dipelajari hingga sekarang.

Dengan perkembangan teleskop, teknologi pengamatan, dan penelitian ilmiah, manusia terus berusaha memahami alam semesta. 

(Auliya Nur Aisyah, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Nasa, theconversation.com
Parallel Universe Hamparan Alam Semesta yang Tak Terbatas Teori Gelembung Alam Semesta Mekanika Kuantum Bumi Lain