Jawa Pos Radar Lawu - Memasuki Juli hingga September, mangga mulai banyak dijumpai di pasar maupun pedagang buah di pinggir jalan. Di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama Pulau Jawa, periode ini memang menjadi puncak musim panen mangga karena bertepatan dengan musim kemarau.
Cuaca Kering Merangsang Pohon Berbunga
Menurut para ahli hortikultura, pohon mangga membutuhkan curah hujan yang rendah dan sinar matahari yang cukup untuk merangsang pembungaan. Saat memasuki musim kemarau, tanaman tidak lagi fokus pada pertumbuhan daun, melainkan mulai menghasilkan bunga yang kemudian berkembang menjadi buah.
Cuaca yang lebih kering juga membantu mengurangi risiko bunga rontok akibat hujan deras serta serangan jamur, sehingga peluang panen menjadi lebih tinggi.
Baca Juga: Kenapa Akhir-Akhir Ini Angin Kencang Banget? Ternyata Ini Penyebabnya
Baca Juga: Beh, Sedaaapp! Tempoyak, Makanan Unik dari Durian yang Bikin Nagih
Buah Siap Dipanen Setelah Beberapa Bulan
Setelah bunga muncul, buah mangga membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk tumbuh hingga matang. Karena itu, puncak panen umumnya terjadi pada Juli, Agustus, hingga September, meski waktunya bisa sedikit berbeda di setiap daerah tergantung varietas dan kondisi iklim.
Musim Panen Membuat Harga Lebih Terjangkau
Melimpahnya hasil panen membuat pasokan mangga di pasaran meningkat. Kondisi ini biasanya membuat harga menjadi lebih stabil bahkan lebih murah dibandingkan di luar musim. Tak heran jika pada periode ini masyarakat bisa menemukan berbagai jenis mangga, mulai dari harum manis, manalagi, gedong gincu, hingga garifta dengan lebih mudah. (*)
Anggie Putri Wijayanti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : journal unpad, PUSTAKA BPP SDMP Pertanian