Kenapa Akhir-Akhir Ini Angin Kencang Banget? Ternyata Ini Penyebabnya

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:30 WIB
Source: Pinterest
Source: Pinterest

Jawa Pos Radar Lawu - Belakangan ini, angin kencang terasa di berbagai wilayah Indonesia hingga menyebabkan pohon tumbang, baliho roboh, dan mengganggu aktivitas masyarakat. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Australia, yaitu angin yang bertiup dari Benua Australia menuju Asia selama musim kemarau. Karena berasal dari wilayah yang sedang mengalami musim dingin, angin ini membawa massa udara yang lebih kering sekaligus bertiup lebih kuat.

Perbedaan Tekanan Udara Membuat Angin Semakin Kencang

Selain pengaruh Monsun Australia, BMKG menjelaskan bahwa perbedaan tekanan udara antara Australia dan Asia turut memperkuat kecepatan angin. Semakin besar perbedaan tekanan udara, semakin cepat pula angin bergerak untuk menyeimbangkan kondisi atmosfer. Akibatnya, masyarakat merasakan embusan angin yang jauh lebih kuat dibanding hari-hari biasanya.

Cuaca Cerah Bukan Berarti Angin Lemah

BMKG juga menjelaskan bahwa angin kencang tetap bisa terjadi meski cuaca terlihat cerah. Di beberapa wilayah, terbentuk zona perlambatan angin atau konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan. Sementara di wilayah lain, angin justru bertiup lebih kuat karena tidak terhalang pembentukan awan. Inilah yang menyebabkan kondisi cuaca di Indonesia berbeda-beda meski masih berada dalam musim kemarau.

Baca Juga: Beh, Sedaaapp! Tempoyak, Makanan Unik dari Durian yang Bikin Nagih

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Fenomena angin kencang diperkirakan masih berpotensi terjadi selama Monsun Australia tetap aktif. BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan yang rapuh saat angin bertiup kencang. Pengendara, khususnya sepeda motor, juga diminta lebih berhati-hati karena hembusan angin dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan. Masyarakat disarankan rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. (*)

Anggie Putri Wijayanti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : BMKG
indonesia angin kencang bmkg