Jawa Pos Radar Lawu - Kebakaran hebat melanda sebuah toko oli sekaligus bengkel di Desa Banaran RT 03/RW 01, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Rabu (6/5/2026) siang.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta seluruh isinya.
Diduga, kebakaran dipicu korsleting listrik dari salah satu perangkat elektronik di dalam toko.
Kerugian material akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp100 juta.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB oleh seorang warga bernama Siti Darmani yang melintas di depan lokasi kejadian.
Saat itu, ia melihat kobaran api muncul dari bagian depan toko oli milik Supriyanto.
Siti kemudian langsung memberi tahu pemilik toko yang berada di samping bangunan dan belum menyadari tokonya terbakar.
Baca Juga: Gudang Toko Rani Puri Magetan Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kapolsek Geger, AKP Dadang Arif Prianto, mengatakan api cepat membesar karena di dalam bangunan terdapat banyak bahan yang mudah terbakar seperti oli dan bensin.
“Diduga kebakaran dipicu korsleting listrik,” ujar Dadang, Rabu (6/5/2026).
Warga sekitar bersama pemilik toko sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi.
Namun, kobaran api terus membesar akibat tiupan angin kencang dan material mudah terbakar yang berada di dalam bangunan.
Petugas Damkar Kabupaten Madiun menerima laporan sekitar pukul 13.17 WIB.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos 3 Geger dan Pos 2 langsung diterjunkan ke lokasi.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Damkar Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, mengatakan tim tiba di lokasi sekitar pukul 13.28 WIB dan langsung melakukan pemadaman intensif.
“Sekitar satu jam penanganan, api baru benar-benar bisa dipadamkan,” jelas Andy.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB setelah petugas melakukan pembasahan di seluruh titik kebakaran guna memastikan tidak ada api yang kembali muncul.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun bangunan toko dan seluruh isinya ludes terbakar.
Baca Juga: Heboh Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Pastikan Risiko Pandemi Global Masih Rendah
Menurut keterangan pemilik, sejak Selasa malam (5/5/2026), aliran listrik di bangunan tersebut memang sering bermasalah.
Meteran listrik beberapa kali mengalami jeglek sebelum akhirnya terjadi kebakaran.
“Kondisi itu memperkuat dugaan awal korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran,” pungkas Dadang.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya