Jawa Pos Radar Lawu - Warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di aliran selokan pada Jumat pagi, 1 Mei 2026.
Hingga kini, penyebab kematian korban masih menjadi tanda tanya dan dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB di Kampung Salagedang, Desa Sukagalih, Kecamatan Cibatu.
Jasad pria paruh baya itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah memeriksa kondisi selokan di sekitar lokasi.
Kapolsek Cibatu, AKP Amirudin Latif, mengungkapkan bahwa saksi awalnya mengira benda tersebut adalah tumpukan sampah.
Namun setelah diperiksa lebih dekat, ternyata ditemukan sesosok jasad pria dalam posisi terlentang di aliran air.
“Pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memeriksa selokan. Awalnya dikira sampah, ternyata mayat,” ujar Amirudin.
Identitas Korban Terungkap, Sempat Ditemukan Dua Dokumen Berbeda
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan mengenakan kaus hitam, celana panjang cokelat, serta sepatu yang masih terpasang.
Di lokasi, petugas juga menemukan dokumen identitas berupa KTP dan SIM.
Namun, terdapat perbedaan nama pada kedua dokumen tersebut, sehingga sempat menimbulkan kebingungan dalam proses identifikasi.
Setelah dilakukan pendalaman dan pencocokan data, korban akhirnya diketahui bernama Asep Surahman (42), warga Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Warga sekitar mengaku tidak mengenal korban dan tidak mengetahui bagaimana pria tersebut bisa berada di lokasi penemuan.
Tidak Ada Tanda Kekerasan, Polisi Tunggu Hasil Forensik
Setelah dievakuasi, jenazah korban sempat dibawa ke Puskesmas Kersamanah sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan.
“Belum ditemukan indikasi kekerasan. Untuk penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak rumah sakit,” jelas Amirudin.
Baca Juga: KRL Green Line Gangguan Akibat Sambaran Petir, Penumpang Terjebak dan Panik di Jurangmangu
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Koordinasi dengan Keluarga
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi kejadian dan penyebab kematian korban.
Polisi juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban di Subang untuk mengumpulkan informasi tambahan.
Kasus ini masih menyisakan banyak tanda tanya, termasuk bagaimana korban bisa berada di selokan tersebut hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika mengetahui informasi yang berkaitan dengan kejadian ini.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya