Jawa Pos Radar Lawu - Seorang pria muda ditemukan tewas di area parkiran lobi hotel di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Sabtu (2/5/2026) malam.
Korban diketahui berinisial RO (21), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Peristiwa tragis ini sempat menggegerkan warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga meninggal dunia setelah melompat dari lantai 20 hotel, tepatnya dari area rooftop atau teras kafe.
Kronologi Kejadian
Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, menjelaskan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.
Korban diketahui datang ke kafe yang berada di lantai 20 hotel sekitar pukul 21.43 WIB.
“Korban merupakan tamu kafe, bukan tamu yang menginap di hotel. Ia datang lalu memesan makanan,” ujar Vian, Minggu (3/5/2026).
Tak lama setelah tiba, korban memesan menu fruit garden salad sekitar pukul 21.48 WIB.
Seorang pelayan kafe berinisial DL sempat mengantarkan pesanan tersebut dan melihat korban duduk di area teras sambil menyantap makanannya.
Sempat Makan di Teras Kafe
Saksi menyebutkan bahwa tidak ada gelagat mencurigakan dari korban saat berada di lokasi.
Ia tampak seperti pengunjung pada umumnya yang menikmati waktu di kafe rooftop.
Namun beberapa saat kemudian, suasana berubah drastis ketika seorang petugas keamanan hotel berinisial DI (27) mendengar suara benda jatuh dari atas.
Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah tergeletak di area parkiran lobi hotel dalam kondisi tidak bernyawa.
Pihak hotel kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen, layanan darurat 112, serta Polsek Genteng.
Hasil Olah TKP dan Penanganan Polisi
Tim Inafis Polrestabes Surabaya bersama aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil sementara menunjukkan bahwa korban diduga kuat meninggal dunia akibat melompat dari ketinggian.
“Setelah dilakukan olah TKP, korban meninggal dunia diduga karena bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 20,” jelas Vian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan visum luar dan dalam.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik kejadian tersebut.
Fakta-Fakta yang Terungkap
Dari hasil penyelidikan dan keterangan keluarga, terungkap sejumlah fakta terkait kondisi korban sebelum kejadian:
- Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di Bali pada Oktober 2025 selama satu bulan.
- Setelah itu, korban sempat tinggal di pondok pesantren di Ponorogo, namun kemudian pergi tanpa kabar.
- Keluarga mengaku sudah lama tidak berkomunikasi dengan korban.
- Tidak ditemukan surat wasiat di lokasi kejadian.
- Berdasarkan keterangan keluarga, korban didiagnosis mengalami gangguan kejiwaan bipolar.
- Polisi menduga kondisi psikologis menjadi salah satu faktor pemicu tindakan tersebut.
Baca Juga: Harga Pertamina Dex hingga Dexlite Naik, Simak Update Harga BBM Terbaru 4 Mei 2026
Imbauan Kesehatan Mental
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala depresi atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
Dukungan dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani