Jawa Pos Radar Lawu - Aksi begal sadis menimpa dua mahasiswi asal Sidoarjo yang hendak mendaki Bukit Premium di Pasuruan.
Dalam kejadian tersebut, salah satu korban mengalami luka bacok serius di bagian bahu setelah pelaku merampas paksa sepeda motor miliknya.
Peristiwa pembegalan itu terjadi di Jalan Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, tepatnya di depan kawasan wisata Bhakti Alam, pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Korban diketahui berinisial ED (23) dan HN (22), warga Buduran, Sidoarjo.
Saat itu, keduanya tengah berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy menuju lokasi pendakian Bukit Premium.
Kronologi Pembegalan di Jalur Wisata Bukit Premium
Berdasarkan keterangan polisi, korban dipepet oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai motor matic berwarna hitam.
Pelaku mengenakan hoodie dan masker untuk menyamarkan identitasnya.
Setelah berhasil mendekat, pelaku langsung menodongkan senjata tajam jenis celurit untuk menghentikan laju kendaraan korban. Korban yang panik akhirnya terjatuh.
Tak berhenti di situ, pelaku kemudian membacok salah satu korban hingga mengalami luka serius di bahu kiri.
Luka tersebut mencapai sekitar 15 sentimeter dan harus mendapatkan belasan jahitan.
Setelah berhasil merampas motor korban, pelaku langsung melarikan diri ke arah jalur bawah menuju wilayah Kejayan.
Baca Juga: Investigasi Kasus dr. Myta Aprilia, Kemenkes Siapkan Sanksi Tegas RS jika Terbukti Ada Kelalaian
Polisi Tangkap Dua Pelaku, Satu Ditembak
Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Dalam waktu dua hari, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap dua pelaku.
Pelaku berinisial JF (19) ditangkap lebih dulu di wilayah Burneh, Bangkalan, pada Senin (4/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan, JF diketahui berperan sebagai joki dalam aksi pembegalan tersebut.
Pengembangan kemudian dilakukan hingga akhirnya polisi berhasil menangkap pelaku utama berinisial SAS (25) di rumahnya di Dusun Kemangi, Desa Ngembal, Tutur, Pasuruan.
Namun, saat hendak ditangkap, SAS berusaha melawan dan melarikan diri. Polisi pun terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku.
Peran Pelaku dan Barang Bukti
Dari hasil pemeriksaan, SAS diketahui berperan sebagai eksekutor yang melakukan pembacokan terhadap korban, sementara JF bertugas sebagai pengendara motor.
Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya:
- Sepeda motor Honda Scoopy milik korban
- Senjata tajam jenis celurit yang digunakan pelaku
- Sepeda motor Honda Beat yang digunakan saat beraksi
Selain itu, diketahui bahwa motor hasil rampasan telah dijual kepada seorang penadah berinisial M, yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Modus Mengincar Korban di Jalur Sepi
Dari hasil penyelidikan, pelaku telah dua kali mencoba mengincar korban di lokasi tersebut, namun gagal.
Hingga akhirnya mereka berhasil melancarkan aksinya saat melihat dua mahasiswi melintas di jalur yang relatif sepi.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya wisatawan dan pendaki, untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur rawan, terutama pada waktu dini hari.
Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak bepergian sendirian di lokasi sepi serta selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal di jalur wisata.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya