Jawa Pos Radar Lawu - Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan Jembatan Cangar, Kota Batu, Jawa Timur.
Seorang pria berinisial DPW (24), warga Lumajang, ditemukan meninggal dunia di dasar jurang pada Kamis pagi setelah diduga melompat dari atas jembatan.
Penemuan jenazah bermula dari laporan warga sekitar yang melihat tubuh korban tergeletak di bawah jembatan.
Petugas kepolisian bersama tim evakuasi segera menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka parah akibat benturan keras.
Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh dari ketinggian jembatan.
Sempat Disapa Pengendara Sebelum Kejadian
Salah satu fakta yang menjadi perhatian adalah korban sempat terlihat berada di pinggir jembatan sebelum kejadian.
Seorang pengendara yang melintas mengaku sempat menyapa korban dengan menanyakan aktivitasnya karena posisi korban terlihat mencurigakan.
Namun, korban tidak memberikan respons yang jelas. Tidak lama setelah itu, korban diduga melakukan aksi nekat tersebut.
Keterangan saksi ini kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh.
Barang Bukti Ditemukan di Lokasi
Petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban yang ditinggalkan di atas jembatan.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban sempat berhenti di lokasi sebelum kejadian.
Barang-barang yang diamankan antara lain:
- Sepeda motor dan helm milik korban
- Satu pasang sandal
Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Kekerasan Seksual Online Meningkat Tajam, Komnas Perempuan Desak Negara Perkuat Perlindungan Digital
Polisi Masih Selidiki Motif
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif di balik kejadian tersebut.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan aparat juga berupaya menghubungi keluarga korban.
Penyelidikan difokuskan pada latar belakang korban, termasuk kemungkinan adanya masalah pribadi atau kondisi psikologis yang dialami sebelum kejadian.
Kasus Kedua dalam Sebulan
Peristiwa ini menambah daftar kejadian serupa di lokasi yang sama. Dalam waktu kurang dari satu bulan, Jembatan Cangar kembali menjadi lokasi dugaan bunuh diri.
Sebelumnya, pada akhir Maret 2026, seorang pemuda lain juga ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari jembatan tersebut.
Kasus tersebut sempat viral di media sosial karena adanya rekaman video sebelum kejadian.
Kesamaan pola, seperti ditemukannya kendaraan dan barang pribadi di atas jembatan, menjadi perhatian dalam kedua kasus tersebut.
Baca Juga: Perbedaan Bipolar dan Depresi: Penyebab, Gejala, hingga Cara Penanganannya
Fakta-Fakta yang Terungkap
Beberapa fakta penting dari kejadian ini antara lain:
- Korban berinisial DPW (24), warga Lumajang
- Ditemukan di dasar jurang Jembatan Cangar
- Sempat terlihat berdiri di pinggir jembatan
- Disapa pengendara namun tidak merespons
- Meninggalkan kendaraan dan barang pribadi di lokasi
- Diduga melompat dari atas jembatan
- Motif masih dalam penyelidikan
Pentingnya Perhatian terhadap Kesehatan Mental
Rangkaian kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental.
Tekanan hidup, masalah pribadi, dan kondisi psikologis yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko tindakan berbahaya.
Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap kondisi orang di sekitar dengan:
- Membuka ruang komunikasi yang aman
- Memberikan dukungan emosional
- Tidak mengabaikan tanda-tanda depresi
- Mendorong untuk mencari bantuan profesional
Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa pencegahan memerlukan peran bersama, baik dari keluarga, lingkungan, maupun pemerintah.
Baca Juga: Remaja Hilang di Jembatan Ngujur Magetan Ditemukan Meninggal, Diduga Sempat Hanyut di Bengawan Solo
Catatan: Informasi ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi tindakan serupa.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan mental atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan dari tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan terdekat.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani