Jawa Pos Radar Lawu - Kasus hilangnya pendaki di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, akhirnya terungkap setelah Yasid Ahmad Firdaus (26) dalam ditemukan kondisi kematian dunia pada Selasa (10/2/2026).
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena proses pencarian berlangsung selama lebih dari tiga pekan dengan melibatkan ratusan personel gabungan.
Berikut kronologi lengkap hilangnya Yasid Ahmad Firdaus, mulai dari laporan awal hingga penemuan jasad.
Awal Pendakian dan Hilang Kontak
Pada Minggu (18/1/2026), Yasid Ahmad Firdaus memulai pendakian ke Bukit Mongkrang bersama tiga rekannya, yaitu Cahya Surya, Salman, dan Riyan.
Mereka berangkat sekitar pukul 06.30 WIB dan tiba di puncak pada pukul 08.00 WIB.
Saat perjalanan turun, rombongan terpisah di sekitar Pos 3. Formasi saat itu adalah Salman di depan, disusul Cahya, Yasid, dan Riyan di posisi terakhir.
Namun, ketika rekan-rekannya tiba di basecamp, hanya Riyan yang menyusul. Yasid tidak kembali.
Hingga pukul 13.50 WIB, laporan kehilangan resmi diterima oleh petugas basecamp dari Cahya Surya. Upaya pencarian awal langsung dilakukan oleh petugas dan relawan.
Pencarian Pencarian Hari Pertama
Petugas basecamp bersama enam personel melakukan penyisiran dari jalur puncak hingga Pos Sewu.
Tim kecil juga diterjunkan ke jalur Candi 1–Candi 2 serta area Sabit Tap yang dinilai rawan.
Pada malam hari, pencarian dihentikan sementara untuk evaluasi. Selanjutnya, tiga Search and Rescue Unit (SRU) dibentuk dan kembali menyisir berbagai jalur strategi, termasuk menggunakan alat thermal. Namun, hingga dini hari, hasilnya masih nihil.
Baca Juga: Breaking News: Pemuda Hilang di Bukit Mongkrang Tawangmangu, Tim SAR Sisir Lokasi
Penutupan Jalur dan Operasi SAR Resmi
Pada Senin (19/1/2026), operasi SAR resmi dibuka dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Perhutani, dan Relawan.
Jalur pendakian Bukit Mongkrang ditutup demi keselamatan dan efektivitas pencarian.
Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, menegaskan bahwa penutupan dilakukan untuk memaksimalkan proses evakuasi dan menjaga keamanan pendaki lainnya.
Dukungan Teknologi dan Strategi Lanjutan
Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, Diskominfo Karanganyar mengirimkan drone guna menyatukan jalur terjal, lembah, dan alur sungai.
Selain itu, tim juga melacak sinyal ponsel, IMEI, serta jam tangan pintar milik korban.
BPBD Karanganyar bersama Basarnas memperluas area pencarian hingga radius 600 meter dari titik awal hilangnya Yasid, termasuk kawasan Bukit Mitis di sebelah barat Bukit Mongkrang.
Meski cuaca ekstrem berupa kabut tebal, hujan deras, dan angin kencang menghambat, tim tetap melanjutkan pencarian dengan prioritas keselamatan.
Dukungan Keluarga dan Pemerintah Daerah
Selama proses pencarian, keluarga korban setia menunggu di basecamp. Ayah Yasid, Sapto, menyebut putranya bukan pendaki pemula dan sudah beberapa kali mendaki Bukit Mongkrang.
Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana juga turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebutuhan tim SAR terpenuhi.
Pemerintah daerah memberikan dukungan logistik dan moral kepada seluruh personel gabungan.
Baca Juga: Dari Gunung Lawu hingga Bukit Mongkrang, 4 Rekomendasi Gunung di Tawangmangu untuk Pendaki Pemula
Fakta Jalur Pendakian Baru
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa Yasid diduga sempat berencana membuka jalur pendakian baru di sekitar Pos 3.
Dugaan ini diperkuat oleh temuan anjing pelacak dan tim penyelamatan vertikal yang mengarah ke sisi kiri jalur utama.
Informasi ini menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan area pencarian.
Penghentian Operasi SAR Resmi
Setelah pencarian intensif selama 13 hari, operasi SAR resmi dihentikan pada Sabtu (31/1/2026). Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyatakan bahwa seluruh upaya maksimal telah dilakukan.
Meski begitu, lawan dan masyarakat tetap diperbolehkan melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi.
penemuan Jasad di Bukit Mitis
Pada Selasa (10/2/2026) pagi, kabar penemuan korban mulai beredar di kalangan relawan.
Yasid Ahmad Firdaus ditemukan di kawasan Bukit Mitis, tepatnya di jalur Tapak Nogo, oleh tim relawan dari komunitas Wanadri Bandung.
Relawan Tawangmangu, Sutrisno, membenarkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi kematian dunia di kawasan yang memiliki medan terjal dan vegetasi lebat.
Lokasi penemuan berada sekitar enam kilometer dari jalur utama Bukit Mongkrang, di aliran sungai kawasan Mitis.
Proses Evakuasi dan Penanganan Lanjutan
BPBD Karanganyar dan Basarnas segera berkoordinasi untuk proses evakuasi. Karena jalur Mongkrang dinilai terlalu curam, evakuasi dilakukan melalui jalur sungai menuju Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Yasid Ahmad Firdaus dibawa ke RSUD Karanganyar untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Kasus hilangnya Yasid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga formasi rombongan, serta mematuhi standar pendakian.
Peristiwa ini juga menunjukkan besarnya solidaritas antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam upaya kemanusiaan.
Diperkirakan, kejadian serupa tidak akan terjadi lagi di masa mendatang. (*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani