PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Kasus dugaan pembunuhan atau rajapati menggegerkan warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.
Seorang janda bernama Nuraini, 55 tahun, ditemukan tewas di dalam rumahnya pada Senin pagi (26/1/2026).
Jasad korban pertama kali diketahui oleh tetangganya, Prayitno, yang curiga lantaran aktivitas rumah korban tidak seperti biasanya.
Lampu teras rumah Nuraini yang umumnya dimatikan saat subuh, diketahui masih menyala hingga pagi hari.
Berkat Masih Tergantung, Telepon Tak Terjawab
Kecurigaan Prayitno bermula sejak Minggu malam (25/1), saat dirinya mengantarkan berkat atau makanan ke rumah Nuraini. Hingga Senin pagi, berkat tersebut masih tergantung di daun pintu dan tidak tersentuh.
Upaya menghubungi korban melalui telepon juga tidak membuahkan hasil. Panggilan berulang kali tidak terjawab.
Prayitno kemudian mengetuk pintu rumah sebanyak tiga kali, namun tidak ada respons dari dalam.
Merasa ada yang tidak beres, Prayitno memberanikan diri mengintip ke dalam rumah melalui ventilasi. Ia mendapati Nuraini tergeletak miring di ruang tengah dengan tubuh tertutup kain jarit.
Polisi Temukan Luka di Kepala
Petugas dari Polsek Sukorejo yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan mendobrak pintu rumah.
Baca Juga: Yamaha Grand Filano atau Gear Ultima Hybrid, Mana Motor Matic Paling Irit 2026?
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menyatakan, pada bagian kepala korban ditemukan luka yang diduga akibat hantaman benda tumpul. Darah juga ditemukan berceceran di sekitar jasad.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 05.30 WIB. Dari hasil olah TKP awal, terdapat luka robek di kepala yang diduga akibat benda tumpul,” ujar Imam Mujali.
Selain bercak darah di lantai, polisi juga menemukan noda darah pada tisu, gembok, serta sebuah balok kayu yang berada di sekitar lokasi.
Putra Sulung Korban Menghilang
Dalam penyelidikan awal, perhatian polisi mengarah pada A, putra sulung korban. Dari empat anak Nuraini, hanya A yang tidak berada di lokasi saat jasad korban ditemukan.
Diketahui, A sebelumnya merantau ke Bali selama sekitar 15 tahun dan baru kembali tinggal bersama ibunya dalam tiga bulan terakhir. Hingga kini, keberadaan A belum diketahui.
“Saat ini yang bersangkutan tidak ada. Kami belum berani menyimpulkan, namun yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. Korban diketahui tinggal bersama A,” jelas AKP Imam Mujali.
Polisi telah mengamankan sedikitnya 23 barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk sampel darah untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Proses otopsi terhadap jasad korban juga akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Ponorogo. Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi hingga hasil penyidikan resmi diumumkan.
Editor : Nur Wachid