Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pasrah Tokonya Dijarah, Pemilik Toko di Sibolga Tulis Pesan Menyentuh Minta Warga Tak Lakukan Hal Ini

Riana M. • Selasa, 2 Desember 2025 | 14:59 WIB
Viral penjarahan minimarket di Sibolga
Viral penjarahan minimarket di Sibolga

Jawa Pos Radar Lawu - Aksi penjarahan minimarket yang terjadi di Sibolga mencuri perhatian publik.

Sebanyak 7 gerai minimarket dijarah oleh para korban bencana banjir dan longsor Sumatera.

Hal ini disampaikan oleh Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani Tampubolon.

Mengutip laman liputan6.com, Siti menyebut ada 7 gerai minimarket yang dijarah.

Ada Indomaret di Jalan Singamaraja depan SPBU Kebun Jambu. Indomaret di Jalan Suprapto, Indomaret di Jalan Sibolga-Barus.

Alfamidi di Jalan Singamaraja dan Alfamart di Jalan Imam Bonjol, di Jalan Suprapto dan Jalan Merpati, Kota Sibolga. Penjarahan terjadi Sabtu (29/11/2025).

Viral juga di media sosial seorang pemilik minimarket di Sibolga hanya bisa pasrah dan ikhlas saat tokonya dijarah.

Ia adalah pemilik toko Aido.

Mengutip akun Instagram lambe_turah, pemilik minimarket memiliki pesan menyentuh untuk masyarakat yang ramai datang ke tokohnya.

Ia hanya meminta agar barang-barang lain tidak dirusak.

"Saat aido supermarket sibolga didatangi orang-orang pemilik membiarkan saja dengan pesan: gak apa2 ya..silahkan aja diambil, tapi tolong barang2nya jangan dirusak ya.."

Pesan menyentuh pemilik toko Aido di Tapteng
Pesan menyentuh pemilik toko Aido di Tapteng

Akar Masalah Penjarahan

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Akhir Tahun 2025 di Jawa Tengah: Destinasi Favorit untuk Libur Panjang Nataru!

Warga Tapteng, Damai, membenarkan insiden penjarahan minimarket yang viral di media sosial tersebut. Dia tak membantah bantuan logistik tidak merata didapatkan masyarakat akibat terkena bencana alam.

"Chaos (penjarahan) di depan mata sekarang ini," ungkap Damai dikutip dari laman liputan6.com.

Aksi warga karena tidak ada informasi manajemen penyaluran logistik dari Pemkab Tapteng, Pemprov Sumut maupun Pemerintah Pusat.

Mereka harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan makan dalam situasi bencana alam.

"Kami, terutama di komplek aku tinggal, berjuang sendiri cari pasokan makanan dan air bersih. Tidak ada informasi apapun soal bantuan logistik," ujar Damai.

Menurutnya, banyak faktor masyarakat terdampak bencana alam melakukan penjarahan minimarket. Sehingga banyak warga nekat melakukan hal itu untuk kebutuhan pokok yang didapatkan secara terbatas.

"Itu tentu salah satu penyebabnya. Selain sebab sebab lain. Kondisi keterisoliran ini akan juga memicu angka kriminalitas," jelas Damai. (*)

Editor : Riana M.
#tapteng #banjir dan longsor #sumatera utara #penjarahan #sibolga #pemilik toko #Penjarahan minimarket #media sosial