Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pohon Tumbang Tutup Akses Telaga Ngebel, Wisatawan Terjebak

Nur Wachid • Jumat, 7 November 2025 | 23:30 WIB
Hujan deras dan angin kencang di Ngebel, Ponorogo, sebabkan dua pohon tumbang dan tutup akses menuju Telaga Ngebel. Wisatawan terjebak (Sumber: DOK. Kapolsek Ngebel)
Hujan deras dan angin kencang di Ngebel, Ponorogo, sebabkan dua pohon tumbang dan tutup akses menuju Telaga Ngebel. Wisatawan terjebak (Sumber: DOK. Kapolsek Ngebel)

Jawa Pos Radar Lawu - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis malam (6/11/2025), menyebabkan dua pohon besar tumbang dan menutup total akses jalan lingkar menuju kawasan wisata Telaga Ngebel.

Peristiwa ini terjadi menjelang dini hari, saat intensitas hujan tinggi disertai angin kencang, membuat sejumlah wisatawan yang berada di area telaga terjebak dan tidak bisa keluar hingga Jumat pagi.

Kejadian tersebut memicu kepanikan di kalangan pengunjung, terutama mereka yang hendak kembali ke penginapan atau melanjutkan perjalanan ke pusat kota.

Beberapa kendaraan roda empat dan roda dua tertahan di lokasi, sementara petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan relawan setempat langsung melakukan koordinasi untuk penanganan darurat.

Kronologi dan Lokasi Kejadian

Kapolsek Ngebel, AKP Tutut Ariyanto, menjelaskan bahwa dua pohon besar tumbang di sepanjang Jalan Lingkar Telaga Ngebel. Satu pohon tumbang berada di Desa Gondowido, dan satu lagi di Desa Wagir Lor.

Pohon yang tumbang di Desa Wagir Lor merupakan jenis pinus dengan tinggi sekitar 15 meter dan diameter mencapai 1 meter. Sedangkan pohon di Desa Gondowido adalah pohon wungu setinggi kurang lebih 5 meter, dengan diameter batang sekitar 70 sentimeter.

Kedua pohon roboh saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Ngebel Kamis malam (6/11/2025). Kondisi tanah yang labil dan usia pohon yang sudah tua diduga menjadi penyebab utama tumbangnya pohon-pohon tersebut.

Akibat kejadian ini, akses utama menuju kawasan wisata Telaga Ngebel tertutup total hingga Jumat pagi, membuat sejumlah wisatawan terjebak di dalam area telaga.

Respons Cepat dan Proses Evakuasi

Tim gabungan dari Polsek Ngebel, BPBD Ponorogo, dan Dinas Lingkungan Hidup langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga dan wisatawan.

Evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat berat dan gergaji mesin untuk memotong batang pohon. Proses ini memakan waktu sekitar lima jam, dimulai sejak pukul 05.00 WIB hingga menjelang pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, petugas juga mengatur lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan tambahan. Wisatawan yang terjebak diarahkan untuk menunggu di area aman, seperti warung dan shelter wisata yang tersedia di sekitar telaga. Beberapa warga setempat turut membantu dengan menyediakan makanan dan minuman bagi pengunjung yang tertahan.

Dampak Terhadap Aktivitas Wisata dan Ekonomi Lokal

Insiden ini berdampak langsung pada aktivitas wisata di Telaga Ngebel. Sejumlah agenda wisata yang dijadwalkan pada Jumat pagi terpaksa ditunda, termasuk kegiatan perahu wisata dan kunjungan edukatif dari sekolah-sekolah sekitar.

Para pelaku usaha lokal seperti pedagang kaki lima, pengelola homestay, dan penyedia jasa transportasi mengalami penurunan pendapatan akibat berkurangnya kunjungan.

Telaga Ngebel merupakan salah satu destinasi unggulan di Ponorogo yang biasanya ramai dikunjungi saat akhir pekan dan musim liburan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi pengelola wisata dan pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem mitigasi bencana, terutama di kawasan yang rawan longsor dan pohon tumbang.

Baca Juga: Pesona Nusa Penida, Pulau Eksotis Di Tenggara Bali Dengan Laut Biru Dan Keindahan Ala Maldives

Dampak dan Antisipasi Lanjutan

Sebagai langkah antisipatif, Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo berencana melakukan pemangkasan pohon-pohon tua di sekitar jalur wisata dan memperkuat talud jalan yang mulai mengalami abrasi.

Selain itu, akan dipasang rambu peringatan dan sistem penerangan tambahan di titik-titik rawan agar evakuasi bisa dilakukan lebih cepat jika terjadi kejadian serupa.

Pemerintah daerah juga mengimbau wisatawan untuk selalu memantau prakiraan cuaca sebelum berkunjung ke Telaga Ngebel, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Di sisi lain, pelaku usaha wisata diminta untuk menyediakan jalur alternatif dan informasi darurat bagi pengunjung.

Kejadian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan di kawasan Telaga Ngebel.

Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, diharapkan insiden serupa tidak kembali terjadi dan sektor pariwisata lokal tetap tumbuh secara berkelanjutan. (husnul-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#wisatawan #pohon #ngebel #tumbang #telaga