Jawa Pos Radar Lawu — Sejumlah pengendara motor di Jawa Timur mengeluhkan kendaraannya tiba-tiba brebet atau tersendat setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di sejumlah SPBU Pertamina.
Fenomena ini viral di media sosial dan menimbulkan keresahan publik, hingga membuat Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji (Cak Ji), turun langsung meninjau SPBU yang dilaporkan bermasalah.
Keluhan bermula dari sejumlah pengemudi ojek online di Surabaya dan Malang. Mereka melaporkan bahwa setelah mengisi Pertalite di SPBU tertentu, motor mendadak sulit dihidupkan, tenaga melemah, hingga mesin berbunyi tidak normal.
Beberapa di antaranya bahkan harus menguras tangki dan mengganti busi karena diduga bahan bakar yang diisi bercampur bahan lain.
Cak Ji Sidak SPBU
Menanggapi laporan tersebut, Cak Ji langsung melakukan sidak ke SPBU Jalan Rajawali, Surabaya. Dalam kunjungannya, ia membawa serta perwakilan masyarakat dan pengendara yang terdampak.
Di lokasi, tim menemukan botol sampel berisi BBM yang warnanya agak berbeda dari Pertalite normal.“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak dirugikan.
Kalau benar ada campuran atau penurunan kualitas BBM, harus ada tanggung jawab dari Pertamina,” tegas Cak Ji saat di lokasi di kutip dari video tiktok pribadinya.
Pihak SPBU kemudian diminta memberikan klarifikasi dan menyerahkan sampel untuk diuji lebih lanjut oleh instansi terkait.
Bahlil Lahadalia Turun Tangan
Kasus ini turut menarik perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Ia langsung menugaskan tim dari Lemigas, BPH Migas, Dirjen Migas, dan Pertamina Patra Niaga untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap beberapa SPBU di Jawa Timur.
Baca Juga: Ada Destinasi Wisata Baru Nih di Blitar! Yuk Jelajahi Jamburono Camping Ground
Dalam sidak di SPBU 26 Pertamina Asrikaton, Kabupaten Malang, Bahlil menyatakan bahwa hasil pengujian awal belum menunjukkan adanya pelanggaran berat, namun pihaknya tetap akan mengusut lebih dalam karena banyaknya keluhan serupa dari masyarakat.
“Kalau nanti ditemukan ada pelanggaran yang dilakukan oleh Pertamina atau pengelola SPBU, maka pemerintah akan memberikan sanksi tegas,” ujar Bahlil.
Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi praktik yang merugikan masyarakat, terutama jika terbukti ada kelalaian dalam distribusi BBM bersubsidi.
Warga Tuntut Pertanggungjawaban
Banyak warga dan pengendara berharap ada kompensasi atau penggantian biaya servis bagi motor yang rusak akibat dugaan kualitas bahan bakar buruk.
Sejumlah bengkel di Surabaya melaporkan peningkatan pelanggan yang mengalami kerusakan serupa dalam waktu hampir bersamaan.
“Sejak dua hari lalu, banyak motor yang datang dengan keluhan brebet. Setelah dicek, bensinnya bau aneh dan businya menghitam,” ujar seorang montir di kawasan Rungkut.
Hasil Sementara
Dari hasil pemeriksaan awal, tim investigasi menyebut tidak ditemukan kandungan air atau zat asing yang signifikan dalam BBM di dua SPBU yang diperiksa. Namun, investigasi masih berjalan karena laporan dari masyarakat terus berdatangan.
Pemerintah juga akan melakukan uji laboratorium lanjutan untuk memastikan apakah ada perbedaan kualitas bahan bakar di tingkat distribusi atau penyimpanan.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Pemeriksaan akan kami lakukan sampai jelas hasilnya. Kalau terbukti ada kesalahan teknis atau pelanggaran, sanksinya akan tegas,” tegas Bahlil.
Sorotan Publik
Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial. Tagar #PertaliteBrebet sempat trending di X (Twitter) karena banyak warganet membagikan video motor mereka yang mendadak mogok setelah mengisi Pertalite. Sebagian bahkan memperlihatkan warna bensin yang tampak lebih keruh dari biasanya.
Publik berharap Pertamina dapat lebih transparan dan segera mengambil langkah cepat untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk BBM-nya.
Insiden motor brebet usai mengisi Pertalite menjadi peringatan bagi Pertamina dan pemerintah agar lebih ketat mengawasi kualitas distribusi bahan bakar.
Turunnya langsung Cak Ji dan Bahlil Lahadalia menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons keluhan rakyat kecil yang bergantung pada motor untuk bekerja.
Kini, masyarakat menanti hasil investigasi final dari Lemigas dan BPH Migas serta tindak lanjut sanksi yang dijanjikan Bahlil jika terbukti ada pelanggaran di lapangan. (hamid-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid