Jawa Pos Radar Lawu - Insiden suara tak senonoh yang tiba-tiba terdengar di area publik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu (12/7) berbuntut panjang.
Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mengambil tindakan tegas dengan memecat petugas yang dinilai lalai hingga memutar suara desahan wanita melalui pengeras suara di ruang publik.
Langkah pemecatan tersebut diumumkan secara resmi melalui akun X (dulu Twitter) @love_GBK, pada Senin (14/7).
“Manajemen PPKGBK kembali menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tidak pantas yang sempat terdengar di kawasan publik GBK.
Kami telah memberhentikan petugas terkait, dan investigasi forensik masih terus berjalan,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Direktur Umum PPKGBK, Hadi Sulistia, membenarkan adanya pemecatan dan menyebut bahwa keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen menjaga kualitas pelayanan.
“Benar, pegawai yang melakukan pelanggaran telah kami berhentikan. Namun, kronologi detail masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap Hadi, Selasa (15/7).
Sebelumnya, manajemen sudah memberikan teguran keras serta melakukan evaluasi internal.
Hasil evaluasi menyebut bahwa insiden bermula dari kelalaian petugas dalam memutar playlist musik bebas hak cipta (no copyright) tanpa pengecekan menyeluruh.
Playlist tersebut secara otomatis beralih ke audio yang tidak layak diputar di ruang publik.
Untuk mencegah kejadian serupa, manajemen kini membatasi akses pemutaran audio hanya untuk personel terverifikasi, serta mengganti sistem playlist menjadi versi offline yang dikurasi resmi.
Baca Juga: 5 Sayuran Ini Paling Sehat Jika Dimakan Mentah, Kaya Nutrisi dan Antioksidan!
“Kami juga akan memperbarui pelatihan teknis dan meningkatkan pengawasan sistem audio secara menyeluruh,” tambah pihak GBK.
Insiden ini menjadi sorotan publik setelah rekaman suara tersebut viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun @info_jabodetabek, terdengar suara desahan wanita dari speaker yang biasanya digunakan untuk memutar musik dan pengumuman umum.
Sehingga membuat pengunjung risih, terutama karena area tersebut banyak dikunjungi keluarga dan anak-anak.
PPKGBK pun berkomitmen memperkuat standar etika dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang beraktivitas di kawasan GBK. (*)
Editor : Riana M.