Jawa Pos Radar Lawu - Nama Indonesia kembali menjadi sorotan di Jepang, namun kali ini bukan karena prestasi, melainkan karena ulah sebagian Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinilai mencoreng citra bangsa.
Seorang kreator konten YouTube asal Indonesia, Dian Kusuma alias Neo Japan, bahkan menerima telepon langsung dari pejabat pemerintah Jepang yang mengeluhkan maraknya pelanggaran hukum yang melibatkan WNI.
Dalam unggahannya di Instagram dan kanal YouTube-nya, Neo Japan menyampaikan kekecewaannya atas sejumlah kasus yang membuat masyarakat Jepang resah.
Salah satunya adalah aksi sekelompok WNI yang tergabung dalam komunitas silat PSHT, yang menggunakan fasilitas umum seperti taman dan jembatan tanpa izin resmi.
Lebih parah lagi, kasus perampokan oleh tiga WNI overstayer di Prefektur Ibaraki pada awal Januari 2025 juga menambah panjang daftar pelanggaran.
Pejabat Jepang Ungkap Kekesalan: “Kalau Terus Begini, Indonesia Bisa Diblacklist”
Dalam rekaman percakapan yang dibagikan, seorang pejabat Jepang secara blak-blakan menyampaikan kekhawatiran soal reputasi WNI di negaranya.
Ia menyebut bahwa akibat ulah segelintir orang, seluruh komunitas WNI bisa terkena dampaknya.
“Kalau ini terus terjadi, negaraku pasti akan bertanya-tanya, kenapa selalu ada hal buruk yang dilakukan orang Indonesia?” ucapnya dalam bahasa Jepang.
Pejabat tersebut juga mengungkap bahwa pelaku pencurian yang menjadi sorotan baru sebulan tinggal di Jepang.
Hal itu membuatnya semakin kecewa, karena pendatang baru seharusnya menunjukkan sikap yang baik, bukan sebaliknya.
“Kasihan dengan WNI lain. Tindakan satu orang bisa merusak citra semuanya,” lanjutnya. Ia bahkan meminta Dian untuk menasihati para WNI, terutama yang baru datang.
Neo Japan: “Kalau Siswa Saya Sendiri Ketahuan, Saya yang Usulkan Deportasi!”
Sebagai YouTuber yang sudah lama tinggal di Jepang dan dikenal aktif mempromosikan budaya Jepang sekaligus membela WNI, Dian Kusuma mengaku sangat kecewa.
Ia menyebut sudah terlalu sering menerima keluhan dari pejabat pemerintah Jepang karena tindakan tidak bertanggung jawab dari sesama warga Indonesia.
Dalam caption tegasnya di Instagram, Dian mengimbau para WNI di Jepang untuk lebih sadar diri dan menghormati budaya setempat.
Ia juga menyoroti sekolah-sekolah di Indonesia agar lebih selektif mengirim siswa ke luar negeri.
“Jangan kirim anak-anak yang cuma modal nekat, tapi tidak punya akhlak dan mental,” tulisnya.
Bahkan, Dian menegaskan bahwa jika ada siswa dari sekolahnya yang ketahuan bikin masalah, ia sendiri yang akan mengusulkan deportasi kepada pihak imigrasi dan kepolisian Jepang.
Peringatan Keras untuk Semua WNI di Jepang
Kisah yang dibagikan Neo Japan menjadi tamparan keras bagi seluruh WNI di luar negeri.
Tak hanya membawa nama pribadi, setiap tindakan juga mencerminkan wajah bangsa Indonesia di mata dunia.
Jika pelanggaran terus terjadi, bukan tidak mungkin hubungan bilateral Indonesia-Jepang ikut terdampak, termasuk kemungkinan pengetatan visa atau pembatasan izin tinggal.
“Ini Jepang, semua terpantau. Jangan kira pencurian atau pelanggaran kecil akan dianggap remeh,” tegas Dian.
Baca Juga: Fakta Baru Kematian Diplomat Arya Daru, Polisi Telusuri Jejak HP dan Laptop!
Pesan Akhir: Jangan Rusak Perjuangan WNI Lain
Banyak WNI yang sudah mati-matian berjuang untuk hidup layak dan menjaga nama baik Indonesia di Jepang.
Maka dari itu, penting untuk tidak mencoreng perjuangan mereka dengan tindakan ceroboh dan memalukan.
Dian menutup pesannya dengan satu kalimat tajam namun penuh makna,
“Jangan bawa kebiasaan buruk dari Indonesia ke sini. Jaga nama baik bangsa kita.” (*)
Editor : Riana M.