PACITAN, Jawa Pos Radar Lawu – Duka menyelimuti keluarga calon jemaah haji (CJH) asal Pacitan.
Ninik Hayati binti Jafar, warga RT 002/RW 002 Dusun Tambaan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pacitan, meninggal dunia 10 hari sebelum jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Mutongin, membenarkan kabar tersebut.
Menurutnya, almarhumah mengembuskan napas terakhir pada Selasa (6/6) sekitar pukul 19.00 WIB di rumah duka.
“Sebelumnya beliau sempat dirawat di RS Bethesda Yogyakarta karena mengalami gejala stroke. Setelah membaik sempat dipulangkan, namun kondisi kembali menurun,” ujar Mutongin.
Dengan wafatnya almarhumah, status keberangkatan haji pun dibatalkan secara otomatis.
Termasuk sang suami yang seharusnya berangkat bersamaan tahun ini.
“Karena ini musibah, maka keberangkatan keduanya dibatalkan. Biaya haji yang telah disetorkan bisa ditarik atau dialihkan kepada anggota keluarga sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.
Wafatnya calon jamaah haji ini menjadi pengingat pentingnya kondisi kesehatan calon haji menjelang keberangkatan.
Tahun ini, Pacitan tercatat memberangkatkan ratusan jamaah menuju Tanah Suci, yang dijadwalkan terbang dalam waktu dekat. (hyo/kid)