Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jelang Lebaran, Banjir Ngawi Rendam 8 Desa, Akses Jalan ke Madiun Terputus

Asep Syaeful • Minggu, 30 Maret 2025 | 03:57 WIB
Banjir ngawi rendam delapan desa, puluhan rumah terdampak.
Banjir ngawi rendam delapan desa, puluhan rumah terdampak.

NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banjir Ngawi melanda delapan desa, tepatnya di Kecamatan Kwadungan dan Pangkur.

Luapan Sungai Bengawan Madiun yang dipicu hujan deras sejak Jumat siang (28/3) hingga malam menyebabkan puluhan rumah warga terendam air setinggi 50–70 sentimeter pada Sabtu (29/3/2025).

Di Kecamatan Kwadungan, banjir bahkan memutus akses jalan alternatif penghubung Kabupaten Ngawi dan Madiun.

Akibatnya, kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melintas. Sejumlah pengendara motor dilaporkan nyaris terseret arus deras banjir.

"Hujan dari siang hingga malam terus. Air mulai masuk rumah sejak siang, dan sampai sekarang masih naik," ujar Sumiati (45), warga Desa Waruktengah, Kwadungan.

Sumiati mengatakan, banjir yang masuk ke pemukiman adalah kiriman dari luapan Bengawan Madiun.

Padahal, ia dan warga lainnya baru saja membersihkan rumah untuk menyambut lebaran.

"Sekarang yang penting menyelamatkan barang-barang agar tidak terendam," ujarnya.

Camat Kwadungan, Didik Hartanto, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan jumlah rumah warga yang terdampak banjir.

Enam desa di wilayahnya dilaporkan terendam, yakni Desa Simo, Waruk Kalong, Tirak, Dinden, Sumengko, dan Purwosari.

“Untuk rumah yang kemasukan air masih dalam proses pendataan. Tapi sudah dipastikan jalan alternatif Ngawi-Madiun belum bisa dilalui,” terangnya.

Meski rumah sudah terendam, warga masih enggan untuk mengungsi.

Mereka memilih bertahan demi menjaga harta benda dan hanya memindahkan barang penting ke tempat yang lebih tinggi.

Banjir juga merendam area persawahan dan menyebabkan kerugian bagi petani setempat.

Sementara di Kecamatan Pangkur, banjir terjadi di Desa Pleset dan Gandri.

Ketinggian air di lokasi itu bahkan mencapai setinggi pinggul orang dewasa, merendam puluhan rumah dan jalan desa.

BPBD Ngawi saat ini tengah melakukan asesmen dan siaga evakuasi di sejumlah titik banjir.

Mengingat curah hujan yang masih tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir Ngawi susulan akibat naiknya debit air Sungai Bengawan Madiun. (sae/kid)

Editor : Nur Wachid
#lebaran #dampak #banjir ngawi