PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Pedagang seputaran Jalan Suromenggolo (Jalan Baru), Bangunsari dibuat geger Jumat (28/3/2025) siang.
Setelah seorang ibu berdaster merintih kesakitan sembari memegangi perutnya. Tergeletak di trotoar, ibu muda tersebut ternyata tengah melahirkan.
Ahmad Safii, salah seorang saksi mata mengungkapkan seusai salat jumat, nampak kerumunan warga tak jauh dari tempatnya berdagang.
Usai di dekati, ternyata seorang ibu muda tengah dibantu bidan sekitar melahirkan di tepi jalan baru itu.
Sempat berteriak minta tolong, ternyata perempuan tersebut lahir dalam kondisi prematur.
‘’Sehabis pulang jumatan mau buka dagangan, ada ibu-ibu minta tolong katanya mau melahirkan. Beruntung banget ada bidan yang sedang beli buah tidak jauh dari sini akhirnya ditolong,’’ jelasnya.
Beruntung, persalinan darurat tersebut lancar dilakukan. Pun, ibu dan anaknya dilarikan ke RSUD dr Harjono untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Belakangan diketahui ibu beruntung tersebut bernama Rohmawati, 21, warga Desa Prajegan, Sukorejo.
Perempuan tersebut melahirkan secara prematur, saat tengah berjalan-jalan bersama suaminya Hari Santoso, 23 di jalan Suromenggolo, Ponorogo.
Rencananya pasutri tersebut hendak membeli seblak, sebelum merasakan konstraksi.
‘’Tidak menyangka kalau akan lahiran, karena HPL (hari perkiraan lahir,Red) masih akhir April,’’ terang suami Rohmawati, Hari Santoso.
Beruntung, meski dalam kondisi darurat persalinan tersebut berjalan lancar.
Kini bayi berjenis kelamin laki-laki itu dirawat di ruangan khusus IGD RSUD dr Harjono.
Mendapatkan perhatian petugas medis, bayi tersebut lahir di usia 32 minggu.
‘’Habis dari rumah teman di jalan Jawa, mau jalan-jalan beli seblak, tidak tahu istri saya tiba-tiba kesakitan dan menangis ternyata mau melahirkan,’’ katanya.
Dia tak menyangka kelahiran anak pertamanya tersebut bakal terjadi di trotoar jalan Suromenggolo.
Pun prosesnya dibantu warga dan bidan yang kebetulan melintas. ‘’Antara panik dan senang, tidak mengira kalau tiba-tiba brojol,’’ tambahnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid