Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Banjir Madiun Rendam Puluhan Rumah di Lima Desa, Akses Jalan Caruban Lumpuh, Ketinggian Air Sepinggang

Dian Rahayu • Sabtu, 1 Maret 2025 | 13:42 WIB
Banjir rendam puluhan rumah di Madiun.
Banjir rendam puluhan rumah di Madiun.

MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Madiun sejak Jumat (28/2) sore menyebabkan banjir besar di lima desa yang tersebar di dua kecamatan.

Yakni, Kecamatan Saradan dan Pilangkenceng. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam air.

Bahkan salah satu akses utama menuju Kota Caruban lumpuh total akibat genangan setinggi 1 meter.

Salah satu desa yang terdampak parah adalah Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menutup jalan raya menuju Kota Caruban dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

"Sejak jam 3 sore hujan deras mengguyur desa kami. Air mulai naik setelah salat Tarawih dan sampai sekarang masih bertambah tingginya," ujar Taufik Hidayat, warga Desa Kedungmaron.

Berdasarkan data sementara dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Madiun, banjir merendam setidaknya lima desa, yaitu:

Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan

Desa Klumutan, Kecamatan Saradan

Desa Bener, Kecamatan Saradan

Baca Juga: Puasa Pertama Ramadhan, Jangan Lewatkan Amalan Keberkahan dan Pahala Berikut Ini

Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng

Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng

"Dari data awal, lebih dari 30 rumah warga terendam banjir. Saat ini kami masih terus melakukan pendataan untuk memperbarui jumlah korban terdampak," kata Dodik Andika, anggota BPBD Kabupaten Madiun.

Hingga Jumat malam, BPBD Kabupaten Madiun menyebut belum ada warga yang harus dievakuasi menggunakan perahu.

Sebagian besar warga yang terdampak banjir telah melakukan evakuasi mandiri ke rumah tetangga atau kerabat yang lebih aman.

"Kami terus bersiaga di sejumlah titik banjir untuk mengantisipasi jika ada warga yang membutuhkan evakuasi oleh relawan," tambah Dodik. 

Banjir yang terjadi di dua kecamatan ini merupakan dampak dari luapan Sungai Saradan dan Sungai Jerohan.

Kedua sungai itu menerima kiriman air dari kawasan Gunung Wilis dan Gunung Pandan sejak Jumat siang.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan dataran rendah diimbau untuk tetap waspada, mengingat curah hujan di wilayah Madiun masih cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan banjir susulan. (ryu/kid)

Editor : Nur Wachid
#pilangkenceng #banjir #Madiun #update #Lima Desa #caruban #rumah