Jawa Pos Radar Lawu – Seorang pendaki Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Jawa Timur, Khoirud Dian (23) tahun, ditemukan dalam kondisi linglung setelah dinyatakan hilang selama satu jam pada Senin (24/2/2025).
Pendaki asal Bondowoso itu sempat berpamitan kepada rombongannya untuk turun terlebih dahulu, namun akhirnya ditemukan berjarak sekitar 1 kilometer dari Pos Paltuding, lokasi utama di kawasan pendakian.
Insiden ini bermula saat Khoirud mendaki bersama rombongan berjumlah 44 orang pada Minggu (23/2/2025) pukul 23.30 WIB.
Dimana, setelah mencapai puncak Kawah Ijen, rombongan mulai turun pada Senin pagi. Namun, Khoirud tidak terlihat bersama mereka.
"Sudah ketemu yang bersangkutan, alhamdulillah. Dalam kondisi sehat, baik, tapi agak linglung," ujar Sigit Hari Wibowo, Kepala Resort TWA Kawah Ijen, saat dikonfirmasi pada Senin (24/2/2025).
Kronologi Kejadian
Awalnya, Khoirud dilaporkan hilang oleh rombongannya sekitar pukul 07.30 WIB.
Berdasarkan keterangan rombongan, ia berpamitan untuk turun lebih dulu dengan alasan ingin menemui kakaknya di Bondowoso.
Namun, ketua rombongan merasa ragu karena jalur pendakian Kawah Ijen hanya satu arah dan sulit untuk tersesat.
Setelah menerima laporan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera menerjunkan tim pencarian.
Petugas menyisir sepanjang jalur pendakian hingga akhirnya menemukan Khoirud sekitar pukul 08.32 WIB di jalan yang mengarah ke Kabupaten Banyuwangi, bukan ke Bondowoso seperti tujuan awalnya.
Menurut Sigit, lokasi penemuan Khoirud berada sekitar 1 kilometer dari Pos Paltuding.
Padahal, untuk kembali ke Bondowoso, pendaki seharusnya mengambil jalur ke arah Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, yang berlawanan arah dari lokasi penemuan.
"Pamitnya mau turun lebih dulu ke kakaknya yang di Bondowoso. Yang jadi masalah, apakah benar anaknya ini sudah turun sampai ke Bondowoso atau bagaimana.
Soalnya menurut logika, kan tidak mungkin nyasar. Karena jalurnya kan cuma satu," jelas Sigit.
Kondisi Pendaki
Meski dalam kondisi fisik yang sehat, namun Khoirud ditemukan dalam keadaan linglung dan kebingungan.
Hingga saat ini, penyebab hilangnya Khoirud belum dapat dipastikan. Sigit menambahkan bahwa jalur pendakian Kawah Ijen biasanya aman, apalagi untuk rombongan besar seperti ini.
"Kondisinya baik, tetapi memang terlihat kebingungan. Kami belum tahu pasti apa yang terjadi," imbuhnya.
Akibat peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu bersama rombongan dan mematuhi prosedur keselamatan.
Kawah Ijen yang terkenal dengan keindahan api biru dan pemandangan eksotis tetap memiliki risiko jika pendaki tidak waspada. Pihak BKSDA menghimbau pendaki untuk tidak memisahkan diri dari rombongan tanpa koordinasi yang jelas.
Kini, Khoirud akhirnya diserahkan kembali kepada rombongannya dalam kondisi aman. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti dari kejadian ini. (okta)
Editor : Riana M.