Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kronologi Awal Dugaan Kasus Keracunan Massal Sate Gule di Ponorogo, Satu Meninggal Dunia

Sugeng Dwi N. • Senin, 3 Februari 2025 | 18:11 WIB
Puluhan warga Desa Bondrang, Sawoo, Ponorogo diduga keracunan sate gule acara dzikir fida, satu di antaranya meninggal dunia.
Puluhan warga Desa Bondrang, Sawoo, Ponorogo diduga keracunan sate gule acara dzikir fida, satu di antaranya meninggal dunia.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Tragedi keracunan massal terjadi di Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

Puluhan warga mengalami gejala muntah, diare, dan sakit perut parah setelah menyantap hidangan sate dan gule dalam hajatan kenduri salah satu warga. Bahkan, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian ini.

Kejadian ini bermula pada Kamis (30/1) malam, saat warga menghadiri acara kenduri 40 hari yang digelar di rumah Miswaji, warga Dusun Tengah, Bondrang, Sawoo.

Setelah menyantap hidangan yang disajikan, beberapa warga mulai mengalami gejala mual, muntah, diare, dan sakit perut dalam beberapa jam berikutnya.

Pada Jumat (31/1), jumlah korban yang mengalami gejala semakin bertambah. Hingga Sabtu (1/2) pagi, total 46 warga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Tragisnya, seorang korban bernama Miskun (65), warga setempat, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Yasyfin.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Hidajanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal.

"Kami telah mengambil sampel makanan seperti sate, gule, dan kue dari lokasi kejadian. Saat ini sedang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Ponorogo untuk mengetahui apakah ada kandungan berbahaya atau bakteri dalam makanan tersebut," ujar Rudy.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk korban yang selamat, pemilik katering, dan petugas kesehatan yang menangani pasien.

"Kami terus mengusut tuntas kasus ini untuk memastikan penyebab utama keracunan dan siapa yang bertanggung jawab," tambahnya.

Baca Juga: Arah Baik Senin Legi untuk Perjalanan, Hari Pasaran Jawa sebagai Tradisi, Budaya, dan Kepercayaan

Hingga saat ini, beberapa korban masih menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit setempat.

Pihak Dinas Kesehatan Ponorogo juga telah turun tangan untuk melakukan investigasi lebih lanjut dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan dalam acara hajatan.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dari acara besar guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang. "Kami mengimbau warga untuk memastikan kebersihan dan keamanan makanan yang dikonsumsi, terutama dalam acara yang melibatkan banyak orang," tegas Rudy.

Pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan yang dikonsumsi para korban masih berlangsung. Hasilnya akan menjadi penentu langkah lebih lanjut, termasuk kemungkinan tindak lanjut hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. (gen/kid)

Editor : Nur Wachid
#keracunan #hajatan #massal #sate gule #ponorogo