MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Bencana longsor terjadi di Desa Puntukdoro, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Kamis malam (26/12/2024).
Longsor yang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga angin kencang ini menyebabkan rumpun bambu runtuh sedalam 10 meter, menimpa rumah dan kandang milik Slamet, 54, hingga mengalami kerusakan parah.
Keesokan harinya, Jumat pagi (27/12/2024), tim BPBD Magetan, relawan, serta personel TNI-Polri bergotong royong membersihkan lokasi bencana.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kronologi Detik-Detik Longsor Terjang Rumah Warga di Plaosan, Magetan
Slamet, pemilik rumah yang terdampak, mengaku tidak berada di rumah saat kejadian. Ia bersama istrinya sedang mengunjungi rumah anaknya di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol.
"Biasanya sore saya sudah di rumah, tapi waktu itu masih di luar. Ketika pulang pukul 21.00, saya kaget rumah sudah tertutup longsoran rumpun bambu. Banyak barang dan ternak kami yang terjepit," ujar Slamet.
Barang-barang berharga seperti sepeda motor, surat-surat penting, dan peralatan rumah tangga juga tertimpa longsoran.
Selain itu, Slamet mengungkapkan kandang di lantai bawah rumahnya yang berisi 25 kambing dan hewan ternak lainnya ikut terdampak.
Enam kambing sempat terjepit, sementara satu kambing lepas dan baru ditemukan tengah malam. Beruntung, seluruh hewan berhasil diselamatkan.
Gotong Royong Evakuasi Rumah Rusak Diterjang Longsor di Magetan
Marno, warga setempat, menambahkan bahwa kondisi cuaca ekstrem memicu runtuhnya rumpun bambu yang berada di tepi jalan.
"Untungnya tidak ada orang di rumah, sehingga tidak ada korban jiwa," katanya.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan turun langsung ke lokasi untuk membersihkan material longsor.
Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya, memastikan keamanan bagi warga dan hewan yang masih berada di sekitar lokasi.
Kerugian akibat longsor ini masih dalam perhitungan, namun diperkirakan kerugian akibat longsor tersebut mencapai puluhan juta rupiah. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid