Jawa Pos Radar Lawu - I Wayan Agus Suartama (IWAS), juga dikenal sebagai Agus Buntung, masih menjadi perhatian publik saat ini karena dia dimintai pertanggungjawaban atas kasus pelecehan seksual yang menjeratnya.
Banyak orang ragu dan tidak percaya sama Agus (IWAS) dengan kondisi fisik yang tidak memiliki tangan dapat melakukan pelecehan. Ketika kasus ini pertama kali muncul di media sosial, bahkan beberapa warganet sempat membelanya.
Namun, tidak hanya mereka saja yang tidak percaya, tetapi ibu kadung dari Agus sendiri masih tidak percaya dan juga tidak habis fikir anaknya dituding menjadi pelaku tindak kriminal.
Ibu Agus juga menyatakan jika anaknya saja masih banyak memerlukan bantuan sang ibu untuk melakukan beberapa aktivitas harianya, seperti mandi dan lainnya.
"Sudah kondisinya kayak begini, terus dijadikan tersangka kan itu tidak masuk di akal. Bagaimana dia buka baju celana sendiri, sementara dari bayi sampai sebesar ini saya yang merawat, yang mandiin, semua-muanya saya," ujar Gusti Ayu, ibu kandung Agus Buntung,
Namun demikian, penegak hukum di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah memperoleh bukti tambahan, termasuk rekaman video yang menunjukkan cara Agus menjerat korbannya.
Korban saat ini mencapai lima belas orang, dengan tiga di antaranya di bawah umur. Kronologi kasus ini dimulai dengan Agus merayu seorang perempuan dengan ucapan manipulatif, seperti yang disebutkan sebelumnya.
Bahkan ia menggunakan kondisi fisiknya sebagai jaminan bahwa pelecehan seksual tidak mungkin terjadi.
Ditambah ada dua korban lagi memberikan keterangan yang serta membawa bukti pendukung, termasuk rekaman video dan suara.
Salah satu bukti suaranya adalah yang menggambarkan proses manipulasi yang dilakukan tersanga kepada korbannya.
"Kamu kira saya sama modusnya kayak cowok-cowok lain? Buktinya dia ngerusak kamu. Saya langsung to the point, biar kamu tidak bilang saya ngerusak (mau)," kata Agus dalam rekaman tersebut.
"Kalaupun kita berdua di kamar, saya tidak bisa apa-apa, saya masih dimandiin sama mamak, saya gak sama kayak cowok-cowok lain," tambahnya.
Beberapa korban mengklaim bahwa Agus adalah pelaku pelecehan seksual dengan menggunakan ancaman terhadap korban. Hingga saat ini, kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Agus masih dalam penyelidikan polisi setempat. (*)