Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Klarifikasi Lengkap Adita Irawati Usai Disorot Netizen Gegara Perkataan 'Rakyat Jelata'

Winarsih • Jumat, 6 Desember 2024 | 23:09 WIB
adita irawati mantan jubir kementerian perhubungan (istimewa)
adita irawati mantan jubir kementerian perhubungan (istimewa)

Jawa Pos Radar Lawu - Juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati, menjadi perhatian netizen setelah menghina penjual es teh oleh Gus Miftah dengan menyebut mereka "rakyat jelata".

Adita Irawati memohon maaf atas kontroversi tersebut dan mengklarifikasi bahwa penyebutan tersebut tidak disengaja dilakukan untuk merendahkan masyarakat.

“Pada kesempatan ini, saya ingin memberikan penjelasan tentang pernyataan saya yang telah menjadi subjek diskusi publik.

Saya percaya bahwa diksi yang saya gunakan dianggap tidak sesuai. Dengan demikian, saya memohon maaf secara pribadi atas kejadian yang menyebabkan kontroversi di masyarakat." 

Dalam klarifikasi yang dia unggah pada hari Kamis, 5 Desember, di akun Instagram @pco.ri, Adita Irawati menyatakan, "Perlu saya sampaikan bahwa kejadian ini sama sekali tidak disengaja."

Adita mengklaim bahwa dia menggunakan istilah 'rakyat jelata', yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti "rakyat biasa", yang menjadi subjek kontroversi.

"Ini mungkin karena makna istilah 'rakyat jelata' telah berubah dari 'rakyat biasa' pada zaman sekarang, yang berarti bahwa itu berarti sesuatu yang negatif.

Dan sangat mungkin terjadi karena adanya pergeseran makna pada diksi yang saya gunakan di era saat ini.

Saya menggunakan diksi tersebut sesuai dengan arti dan makna yang tercantum di dalam KBBI, yaitu adalah rakyat biasa, yaitu kita semuanya rakyat Indonesia,” katanya.

Dia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendakan masyarakat Indonesia dengan penggunaan diksi tersebut.

Atas kejadian ini, Adita mengatakan bahwa dia akan mengintrospeksi diri untuk menjadi lebih berhati-hati saat menggunakan bahasanya dan memilih diksi agar tidak mengubah makna negatifnya di masyarakat.

Baca Juga: Terungkap Penyebab Gen Z Susah Dapat Kerja, Bukan karena Malas tapi Gegara Hal Ini

“Sekali lagi tidak ada maksud untuk melemahkan atau merendahkan. Kami akan terus introspeksi diri dan akan lebih berhati-hati dalam menggunakan bahasa dan khususnya diksi saat kami melaksanakan tugas untuk mengkomunikasikan kebijakan strategis dan program teoriotas pemerintah. Sekali lagi saya mohon maaf, terima kasih,” tegasnya.

Mantan jubir Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, menjadi sorotan netizen setelah memberikan tanggapan terkait hinaan Gus Miftah terhadap penjual es teh yang viral.

Adita menyatakan bahwa tindakan Gus Miftah bertentangan dengan ajaran Presiden Prabowo Subianto yang selalu menghargai pekerjaan rakyat kecil.

Namun, tanggapan Adita ikut viral karena penggunaan istilah "rakyat jelata" yang dianggap kurang tepat.

“Kami dari pihak istana tentu menyesalkan kejadian ini. Suatu hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Presiden kita Pak Prabowo Subianto, ini kalau dilihat dari berbagai baik itu pidato atau kunjungan beliau, terlihat sekali pemihakan beliau kepada rakyat kecil, kepada rakyat jelata,” kata Adita dalam potongan video yang viral di media sosial.

Netizen menilai penggunaan istilah "rakyat jelata" kurang tepat dalam konteks negara demokrasi seperti Indonesia, yang mengusung prinsip pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Akibatnya, Adita mendapat banyak komentar dan kritik dari netizen, yang menyesalkan ketidakmampuan jubir presiden dalam memilih bahasa dan diksi yang tepat dalam berkomunikasi. (*)

Editor : Riana M.
#Rakyat Jelata #gus miftah #dikritik netizen #kamus besar bahasa indonesia #jubir #kata #rakyat biasa #diksi #klarifikasi #adita irawati #juru bicara kepresidenan #kbbi