PACITAN, Jawa Pos Radar Lawu – Banjir lumpur bercampur batu menerjang Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Minggu (30/11/2024) malam.
Material dari Bukit Kiteran di Dusun Kali Atas, RT 06/RW 06, menutup jalan utama desa, membuat delapan rumah warga terisolasi.
Selain itu, banjir juga memutus jalur alternatif menuju Desa Pager Kidul, Kecamatan Sudimoro.
Kepala Dusun Wiyoro, Sahro Suharsono, mengungkapkan bahwa banjir ini memengaruhi sekitar 50 rumah warga.
"Total delapan rumah sementara terisolasi karena jalan satu-satunya tertutup material batu dan lumpur," jelas Sahro, Senin (1/12).
Hujan Deras Sebabkan Longsor hingga Banjir Lumpur di Pacitan
Banjir batu dan lumpur ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur selama 12 jam.
Material dari Bukit Kiteran yang bercampur lumpur setebal sekitar satu meter kubik meluncur ke bawah, menutup akses jalan.
"Kejadiannya sekitar pukul 19.00 saat mati lampu. Kami mendengar suara gemuruh dari atas bukit. Syukurlah tidak ada korban jiwa," kata Siswanto, salah satu warga terdampak.
Evakuasi dan Langkah Penanganan Banjir Lumpur di Pacitan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyatakan pihaknya telah mengerahkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk membuka akses jalan yang tertutup material.
"Saat ini kami fokus membuka akses jalan warga terlebih dahulu. Untuk penanganan permanen, akan dilakukan tahun depan," jelas Erwin.
Banjir batu dari Bukit Kiteran ini menjadi peringatan akan pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di musim hujan yang masih berlangsung di Pacitan. (hyo/kid)
Editor : Nur Wachid